Dokter Myanmar Dipenjara 21 Bulan Setelah Hina Biksu dalam Debat di Facebook

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 18 2224636 dokter-myanmar-dipenjara-21-bulan-setelah-hina-biksu-dalam-debat-di-facebook-7yuMOnC72c.jpg Ilustrasi.

NAYPYIDAW - Pengadilan Myanmar telah menjatuhkan hukuman penjara 21 bulan kepada seorang dokter setelah mendakwanya menghina biksu Budha sehubungan dengan sebuah debat tentang proposal untuk mengajar pendidikan seks di sekolah.

Seorang biksu senior mengatakan, Kyaw Win Thant, (31), ditangkap pada Mei di sebuah biara di pusat Kota Meiktila, di mana ia meminta maaf kepada para biksu karena mencemooh mereka di posting Facebook.

Seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan bahwa pengadilan di Kota Mandalay menghukum Thant di bawah bagian KUHP yang melarang penghinaan terhadap agama.

"Dia merasa menyesal dan mengakui kejahatannya sehingga pengadilan memberikan keputusan ini," kata Juru Bicara Pengadilan Kyaw Myo Win sebagaimana disampaikan melalui rekaman video yang diterbitkan outlet berita Irrawaddy.

Kyaw Myo Win menolak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters. Pada Kamis (4/6/2020) dia mengatakan kepada media bahwa Kyaw Win Thant tidak memiliki pengacara dan dia tidak dapat dimintai komentar.

Posting Facebook Kyaw Win Thant merupakan tanggapan atas komentar yang di-posting oleh banyak biksu lain yang mencela proposal pemerintah untuk mengajarkan pendidikan seks di sekolah.

Posting itu telah dihapus dan tidak dapat diverifikasi oleh Reuters.

Seorang pejabat senior dari departemen urusan agama distrik Mandalay mengonfirmasi hukuman itu.

"Kami mengajukan gugatan karena ia melanggar hukum," kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya, kepada Reuters.

Pendidikan seks tidak diajarkan sebagai mata pelajaran yang terpisah di sebagian besar sekolah di Myanmar meskipun aspek-aspek tumbuh dewasa dibahas.

Usulan untuk memasukkannya telah menjadi topik hangat di media sosial tetapi tetap tabu di negara konservatif, mayoritas Buddha itu, di mana para biksu telah lama menjadi sumber bimbingan moral yang berpengaruh.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini