BOGOR - Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk memperpanjang massa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proposional selama satu bulan ke depan. Keputusan itu berdasarkan pembahasan dari Forkopimda dan masukan tim pakar hingga kajian epidemologis terkait covid-19 di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa disimpulkan data covid-19 di Kota Bogor menunjukan hasil yang sangat baik. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dikatakan sudah aman.
"Pertama kita simpulkan bahwa data covid 19 di Kota Bogor menunjukkan hasil yang sangat baik. Tren laju dari ODP, PDP, penambahan kasus positif, tren kesembuhan sehingga angka reproduksi 0,5 atau di bawah 1. Kami juga melihat bahwa namun data membaik, tapi belum bisa dikatakan situasi ini aman. Karena di lapangan harus dimaksimalkan toko non pangan, rumah makan, tempat ibadah. Banyak pelanggaran masih belum menerapkan protokol kesehatan," kata Bima, Kamis (4/6/2020).
Kemudian, lanjut Bima, pengawasan menjadi sangat penting dilakukan dalam pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Bogor. Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Kami menyepakati bahwa harus ada pengawasan. Jadi Forkopimda akan bahu membahu merapatkan barisan edukasi ke publik. Ada tiga hal yang akan disampaikan ke publik yaitu penggunaan masker total di luar rumah," ungkap Bima.
Oleh karena itu, lanjut Bima, Pemkot Bogor akan melakukan perpanjangan massa PSBB secara proposional selama satu bulan ke depan. PSBB ini akan menguatkan edukasi kepada masyarakat.
"Melanjutkan PSBB proposional di masa transisi. Ini masih era PSBB tapi tidak sama dengan PSBB 1,2 dan 3. Tapi juga tidak sama dengan new normal. Dengan penguatan pada aspek edukasi. Kedua penguatan wilayah usulan dari ketua dewan, penguatan RT RW siaga, kelurahan dan kecamatan," jelasnya.
Selama PSBB proposional ini, akan dilakukan berbagai kajian dan evaluasi terkait perkembangan covid-19. Juga termasuk sektor apa saja yang akan dibuka secara bertahap sambil menunggu pembaruan data penyebaran covid-19 dari Pemprov Jawa Barat.
"Jadi kita lihat selama satu bulan ini, kita berikan penguatan hal-hal diatas. Termasuk dalam satu bulan ini kita berlakukan tahapan-tahapan yang masih mungkin untuk dibuka dengan berpedoman kepada zonasi yang dientukan propinsi. Perhari ini Kota Bogor level 3 atau kuning. Tapi komunikasi dengan gubernur ada kemungkinan data yang akan diperbaharui malam ini. Dari data propinsi itu kami akan menyusun perwali tahapan apa, sektor apa yang akan dibuka. Bisa mall, atau sektor lain. Tergantung status yang akan diterapkan propinsi malam ini," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.