Share

Dua Maskapai Beroperasi, Bandara Bengkulu Layani Rute Bandara Soetta

Demon Fajri, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 340 2224434 dua-maskapai-beroperasi-bandara-bengkulu-layani-rute-bandara-soetta-O2EjD03Eke.jpg (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) mulai melayani pengguna jasa, maskapai dan penumpang untuk rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan sebaliknya.

Eksekutif General Manager PT. Angkasa Pura II (Persero), Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu, Sarosa mengatakan, Bandara tidak pernah tutup dan selalu siap melayani pengguna jasa/penumpang.

Saat ini, kata Sarosa, di Bandara Fatmawati-Soekarno, baru melayani keberangkatan dan kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Sementara rute lainnya masih menunggu pihak maskapai.

''Bandara sudah melayani pengguna jasa/penumpang. Namun, baru rute Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Untuk layanan rute lainnya masih menunggu,'' kata Sarosa, saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (4/6/2020).

Maskapai yang melayani penumpang, lanjut Sarosa, baru dua maskapai, yakni, Lion Air dan Citilink. Kedua maskapai itu melayani keberangkatan dan kedatangan. Sementara maskapai lainnya masih menunggu pihak maskapai.

Selain itu, terang Sarosa, sejak layanan jasa dibuka kedatangan dan kepergian dari Bandara Fatmawati-Soekarno, masih sedikit, di mana maskapai Citilink, kata Sarosa, pada Rabu 5 Juni 2020, hanya 50 orang yang datang dari Bandara Soetta.

Sementara, jelas Sarosa, keberangkatan hanya 39 orang. Untuk jadwal keberangkatan dan Kedatangan pada Senin 1 Juni 2020 dan Selasa 2 Juni 2020, tidak ada layanan penerbangan penumpang.

''Sementara ini baru 2 yang beroperasi, Lion Air dan Citilink. Tapi Lion Air mulai besok (Jumat 5 Juni 2020), menghentikan operasional sampai jangka waktu yang belum ditentukan atau Until Further Notice (UFN),'' terang Sarosa.

Sarosa menjelaskan, untuk pengguna jasa/penumpang yang ingin berangkat ke Bandara Soetta, harus memenuhi syarat. Seperti, hasil uji swab dan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

Namun, sambung Sarosa, SIKM tersebut untuk penumpang yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta. Sementara jika hasil swab belum ada, jelas Sarosa, penumpang bisa membawa hasil rapid test yang belum lewat dari 7 hari.

''SIKM untuk penumpang yang akan masuk wilayah DKI Jakarta. Kalau swab belum ada, dengan hasil rapid test, tidak apa-apa asalkan belum lewat dari 7 hari,'' demikian Sarosa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini