JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mempersilahkan semua masjid untuk menggelar Sholat Jumat secara dua gelomboang di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI Imam Addaruqutni mengatakan, hal ini dikarenakan kapasitas masjid menjadi menurun usai diterapkan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak antar-jamaah.
"Ada efek penurunan kapasitas karena penjarakan itu, bahkan perhitungan pak JK (Jusuf Kalla) itu sampai 40 persen hanya daya tampungnya itu," kata Imam dalam siaran langsung di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (5/6/2020).
Imam pun mengingatkan agar masjid yang menerapkan dua gelombang Sholat Jumat agar tidak terlalu panjang. Karena untuk menghemat waktu antar gelombang satu dengan gelombang kedua.
"Waktunya dari sekian sampai sekian, khotbahnya tidak boleh panjang-panjang. Terus masuk gelombang kedua, seperti itu panduannya," imbuh dia.
Kemudian masjid tersebut pun harus memberi tahukan kepada jamaahnya melalui pamflet atau maklumat bahwa sholat Jumat digelar secara dua gelombang. Dan yang paling penting jamaah Sholat Jumat dapat mengedepankan protokol kesehatan dalam new normal ini.