Dari keuntungan usahanya itu, Sarwiyah kemudian menabung dengan cara mengikuti arisan bersama warga lainnya selama lima tahun. Dari hasil arisan itu, oleh Sarwiyah dibelikan perhiasan emas.
"Dapat arisan Rp2,5 juta, itu semuanya dibelikan emas. Dulu harga emas per gramnya masih murah cuma Rp100 ribu," katanya.
Pada 2012, emas hasil dari usahanya tersebut dijual untuk dipergunakan mendaftar diri berangkat haji. Dari hasil penjualan emas sebesar Rp25 juta kemudian disetorkan. Sisanya, Sarwiyah mencari dengan mengandalkan keahlian sebagai tukang pijat.
"Sehari kalau yang datang kerumah buat di pijat ada ajah dua orang. Pijat yang keseleo, cape, bisa laki-laki, perempuan, anak-anak juga bisa," ucapnya.