"Saya menghaturkan permohonan maaf terkhusus kepada keluarga almarhumah dan umumnya masyakarakat PALI. Ini semua bukanlah faktor kesengajaan. Kemungkinan, faktor kelelahan yang mendera tim pemakaman. Karena, prosesi pemakaman tersebut menguras tenaga petugas yang memakan waktu cukup lama," kata Junaidi, Jumat (5/6/2020).
Ia menjelaskan, prosesi pemakaman dimulai dari mengangkat peti jenazah cukup jauh dari mobil jenazah ke lokasi pemakaman serta kondisi jalan sempit yang tidak dapat dilewati kendaraan roda 4, dan belum sempat berbuka puasa menjadi faktor para petugas kelelahan.
"Ditambah lagi proses pemakaman dilakukan malam hari. Sehingga faktor-faktor psikologi tersebut sangat-sangat mempengaruhi dan terjadilah hal yang sama-sama tidak kita inginkan itu. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf kepada keluarga dan kepada Allah SWT. Kami mohon ampun," ujarnya.
Junaidi menjelaskan, sebelum pelaksanaan pemakaman, tim telah diberikan briefing dan dilakukan simulasi serta menyaksikan video-video prosesi pemakaman yang dilakukan daerah lain.
Baca Juga : Pemerintah: Pasien Sembuh Covid-19 Cenderung Meningkat