Sering Disiksa dan Tak Digaji, WNI ABK Kapal China Lompat ke Tengah Laut

Iwan Mohan, SUN TV · Senin 08 Juni 2020 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 340 2225992 sering-disiksa-dan-tak-digaji-wni-abk-kapal-china-lompat-ke-tengah-laut-JBmmtuYoRn.jpg ilustrasi

KARIMUN - Tidak diberi gaji dan sering mengalami penyiksaan, dua orang WNI Anak Buah Kapal (ABK) Lu Qing Yuan Yu 213 asal negara China nekat melompat ke laut saat melintas di perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau pada Sabtu siang.

Beruntung, mereka berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan setelah 7 jam mengapung di laut. Mereka adalah Andri Juniansyah dan Reynalfi, mereka langsung dibawa warga ke Mapolsek Tebing Karimun.

Kedua ABK ini sebelumnya ditemukan mengapung oleh salah seorang nelayan di tengah laut sekitar perairan STS Kabupaten Karimun Kepulauan Riau.

Mereka lompat ke laut hanya bermodalkan life jaket. Mereka bertahan hidup dan terombang-ambing di lautan selama 7 jam lebih. Dari hasil interogasi, Andri dan Reynalfi mengaku nekat melarikan diri dengan cara melompat ke laut karena tidak tahan terus menerus disiksa oleh atasannya.

Selain dipukul dan ditendang, mereka juga kerap menjalani kerja paksa tanpa waktu istirahat. Selama bekerja kedua ABK kapal ini tidak diberikan izin berkomunikasi dengan keluarga, bahkan mereka juga tidak pernah mendapatkan gaji.

Sementara Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna menindaklanjuti peristiwa yang menimpa kedua ABK.

"Andri Juniansyah asal Sumbawa Nusa Tenggara Barat dan Reynalfi asal Pematang Siantar Sumatera Utara ini merupakan korban perdagangan manusia yang ditawarkan bekerja di pabrik tekstil dan baja di Korea oleh PT Duta Grup asal Jakarta. Keduanya dijanjikan upah hingga 40 juta rupiah," jelas Kapolres

Alih-alih diberangkatkan menuju Korea, mereka bersama 11 orang WNI lainnya justru diantar ke kapal China saat di Singapura.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini