Pidato itu segera mendapat reaksi keras dari warganet di Indonesia, dengan beberapa pengguna Twitter menuduhnya sebagai “pengkhianat bangsa”, sebagian menudingnya sebagai provokator.
“@KjriNewYork @KBRIWashDC .. kalian cape2 promosiin indonesia itu baik, ramah, aman.. dn satu org ini cari panggung buat sebar berita busuk dn jahat,” tulis pengguna @beruangM3r4H.
@KjriNewYork @KBRIWashDC .. kalian cape2 promosiin indonesia itu baik, ramah, aman.. dn satu org ini cari panggung buat sebar berita busuk dn jahat
— Твитер.ru (@beruangM3r4H) June 10, 2020
Diwartakan Sindonews, Pastor Oscar diketahui lahir di Jakarta. Dia meninggalkan sekolah bisnis dan meninggalkan kariernya di New York untuk menghadiri Philadelphia College of Bible di Philadelphia, Pennsylvania, pada tahun 1995. Sejak itu, dia menjadi agamawan di Amerika.
Berdasarkan situs web resmi gereja Portland City Blessing Church di Portland, Oregon, sejak 1998.
Dalam wawancara dengan Voice of America (VOA), Pastor Oscar mengatakan bahwa dia tidak menjelekkan Indonesia dalam pidatonya tersebut.
“Kalau mereka melihat keseluruhannya, dari awal dan akhir, saya itu sebenarnya tidak menjelekkan Indonesia,” kata Pastor Oscar.