Kisah Sular! Keajaiban Datang saat Anak Operasi Jantung Bocor (1)

Bramantyo, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 512 2228739 kisah-sular-keajaiban-datang-saat-anak-jalan-operasi-jantung-bocor-1-BAmt9veD02.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

KARANGANYAR - Raut kegembiraan terpancar di wajah Sular ketika melihat putranya, Rayi Juna Panjalu (4) kembali ceria. Keceriaan yang dirasakan Sular, menghapus semua kesedihan selama empat tahun terakhir.

Ya, empat tahun lamanya Sular dan istri, Tri Wahyuni, tak kuasa melihat penderitaan yang dirasakan sang putra akibat penyakit jantung bocor yang diderita sejak lahir.

Dengan menahan tangis kegembiraan, kepada Okezone, Sular yang tinggal di Jumantono, Karanganyar, menceritakan saat pertama putra keduanya lahir.

Pada awalnya ia tak menyadari jantung sang putra mengalami kelainan. Sepintas selama ini anak tersebut tumbuh ceria seperti bocah pada umumnya.

"Saya tak tahu kalau Rayi ini mengalami gangguan pada jantungnya. Rayi tak pernah menangis bila jantungnya sakit. Rayi anak yang kuat. Dia akan kembali tertawa bila rasa sakitnya itu mereda," ucap sang ayah saat ditemui di Karanganyar, Kamis (11/6/2020).

Karena merasa kasihan melihat sakit yang diderita Rayi, Sular pun membawanya ke Rumah Sakit Ngadirojo, Wonogiri. Itu merupakan rumah sakit terdekat dari tempat tinggalnya.

Baca Juga: Kisah Pasien Sembuh, Tahu Dirinya Positif Covid-19 saat Dirawat karena Tifus 

Namun akibat keterbatasan alat, sang putra kemudian dirujuk ke rumah Sakit RSUD Moewardi, Solo. Di rumah sakit inilah diketahui bahwa si buah hati mengalami kelainan jantung sejak lahir.

Saat harus dirujuk ke Moewardi, Sular mengaku lemas karena kehabisan tenaga. Namun karena merasa kasihan terhadap istri yang selalu menggendong Rayi, ia pun melakukan segalanya.

Namun rasa lelah bukanlah ujian sebenarnya bagi sular. Sebab ujian itu datang ketika dokter memberi tahu bahwa jantung putranya mengalami kebocoran.

"Mata saya gelap saat mendengar penyakit yang diderita oleh anak saya," ujar Sular.

‘’Dan dari hasil pemeriksaan dokter anak, diketahui dia menderita kelainan jantung bawaan. Kemudian dirujuk lagi ke RSCM Jakarta karena yang punya alat operasi di sana,’ ucap Sular.

Dengan modal seadanya sebagai pedagang sayur keliling, Sular pun membawa putranya ke Jakarta. Setelah diperiksa dengan teliti, pihak RSCM mengatakan putranya bisa dioperasi setelah berusia dua tahun.

Kemudian Sular kembali ke rumah, menunggu anaknya berumur 2 tahun agar bisa dioperasi. Lalu tibalah saatnya untuk tindakan medis.

Sular menghubungi RSCM namun ternyata tak ada respons. Dengan bismillah dan uang saku yang tak begitu banyak, ia pun berangkat kembali ke Jakarta untuk membahas tindakan operasi bagi Rayi.

Sular dan Keluarga. Foto: Bramanyto-Okezone

"Karena uang saku yang pas, saya tinggal di rumah singgah. Waktu di rumah singgah ternyata di sana banyak sekali anak yang antre hendak dioperasi jantung," terangnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini