Laporan SIPRI, 9 Negara Miliki 13.400 Senjata Nuklir pada Awal 2020

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 18 2230953 laporan-sipri-9-negara-miliki-13-400-senjata-nuklir-pada-awal-2020-kkuoK18HlB.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

INSTITUT Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) pada Senin (15/6/2020) melaporkan bahwa senjata nuklir yang dimiliki sembilan negara di dunia pada awal 2020 berjumlah 13.400, turun dari yang dilaporkan pada tahun sebelumnya.

Pada 2019, SIPRI melaporkan bahwa sembilan negara pemilik senjata nuklir di dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Inggris, Prancis, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel memiliki 13.865 pucuk senjata nuklir secara keseluruhan.

Badan pengawas senjata Swedia itu mengatakan, penurunan jumlah keseluruhan senjata nuklir tahun ini sebagian besar disebabkan oleh penghapusan senjata nuklir yang “dipensiunkan” oleh Rusia dan AS. Kedua negara itu adalah pemilik 90 persen persenjataan nuklir global.

Rusia memiliki 6.375 hulu ledak, persediaan nuklir AS berjumlah 5.800

Berdasarkan data SIPRI, India dan Pakistan masing-masing menambah 10 senjata nuklir dalam gudang persenjataannya tahun ini. Jika digabungkan, kedua negara memiliki 310 unit senjata nuklir.

Jumlah itu masih lebih sedikit dibandingkan persenjataan nuklir China yang bertambah 30 unit dibandingkan tahun lalu, menjadi total senjata nuklirnya 320 unit.

"China berada di tengah modernisasi yang signifikan dari persenjataan nuklirnya. Negara itu untuk pertama kalinya sedang mengembangkan apa yang disebut sebagai triad nuklir, yang terdiri dari rudal darat dan laut baru dan pesawat berkemampuan nuklir.

“India dan Pakistan adalah perlahan meningkatkan ukuran dan keragaman kekuatan nuklir mereka, sementara Korea Utara terus memprioritaskan program nuklir militernya sebagai elemen sentral dari strategi keamanan nasionalnya," demikian dilaporkan SIPRI.

Israel diperkirakan memiliki 90 senjata nuklir dibandingkan dengan 80 pada 2019, sementara Korea Utara telah meningkatkan jumlah hulu ledaknya menjadi 30-40 dari 20-30 yang diperkirakan tahun lalu.

Dua negara Eropa, yaitu Inggris dan Prancis, masing-masing memiliki 215 dan 290 hulu ledak nuklir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini