Ini Alasan Pemuda Bunuh Terapis yang Mayatnya Ditemukan di Dalam Kardus

Syaiful Islam, Okezone · Rabu 17 Juni 2020 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 519 2231893 ini-alasan-pemuda-bunuh-terapis-yang-mayatnya-ditemukan-di-dalam-kardus-0GxdjmqzU6.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SURABAYA - Warga Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jatim digegerkan dengan kasus pembunuhan terhadap seorang terapis bernama Oktavia Widiawati alias Monic (24). Jenazah monic yang bersimbah darah ini ditemukan dalam kardus bekas kulkas pada sebuah rumah.

Di tubuh Monic ditemukan luka bekas senjata tajam pada leher dan tangan. Selain itu, petugas juga menemukan luka bakar pada kaki korban. Selanjutnya petugas mengevakuasi jenazah ini ke kamar mayat RSUD Dr Soetomo Surabaya. Polisi juga melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Kurang dari 1 X 24 jam anggota Polrestabes Surabaya mengungkap kasus tersebut. Polisi menangkap pelaku pembuhan atas nama Yusron Virlanda (20) warga Lidah Kulon. Tersangka ditangkap saat berada di rumah bibinya, Mojokerto. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk diperiksa.

Dari pengakuan tersangka, dia nekat membunuh Monic karena kesal. Sebab Monic tidak melayani tersangka sesuai dengan kesepakatan awal. Dimana perjanjiannya korban akan memijat tersangka selama 90 menit. Namun baru 45 menit korban berhenti memijat tersangka.

"Perjanjiannya pijat selama 90 menit pelayanan full service dengan tarif Rp950 ribu. Namun baru memijat 45 menit, dia berhenti dan mengajak berhubungan intim," terang Yusron di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (17/6/2020).

 Mayat

Tetapi, sambung Yusron, belum sampai berhubungan intim, baru oral seks Monic berhenti dan meminta uang tips senilai Rp300 ribu. Jika tersangka tidak memberikan uang tips, maka Monic mengancam akan berteriak sehingga para tetangga tahu.

Hal ini rupanya membuat tersangka kesal dan berusaha menutup mulut monic. Namun Monic tetap berusaha berteriak. Kemudian tersangka menusuk Monic dengan pisau pada bagian leher 3 sampai 4 kali hingga tewas. Tidak sampai disitu, tersangka juga ingin membakar Monic dengan kompor portable.

Tetapi ketika membakar kaki Monic, tersangka menghentikan niatnya karena tidak tega. Sehingga hanya kakinya yang mengalami luka bakar. Selanjutnya mayat Monic disembunyikan dalam kardus bekas lemari es, sebelum akhirnya diketahui masyarakat.

"Awalnya saya ingin membakar dan sempat kena kakinya, namun karena tidak tega akhirnya tidak dilanjutkan. Saya tidak langsung melarikan diri, saya masih di rumah. Lalu saya ke rumah bibi di Mojokerto untuk berunding," ucapnya.

Ditanya sudah berapa kali dan pakai uang darimana untuk sewa terapis plus-plus mengingat pelaku masih kuliah, tersangka mengaku uang yang dibayarkan untuk sewa terapis dari sang mama, yang sejatinya untuk bayar kuliah.

"Kira-kira empat sampai lima kali saya sewa jasa terapis pijat plus, sama dengan wanita lain. Saya pesannya lewat media sosial," tandas tersangka yang masih kuliah semester 2.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo menyatakan, peristiwa pembunuhan sendiri terjadi pada Selasa 16 Juni 2020 sekira pukul 23 00 WIB. Kemudian laporan masuk ke polsek tadi pagi sekira pukul 09 WIB. Selanjutnya anggota Polrestabes bersama polsek melakukan olah TKP.

"Alhamdulillah sebelum 1 X 24 jam pelaku berhasil diamankan. Kami tangkap pelaku saat berada di rumah bibinya di Mojokerto, setelah koordinasi dengan polres Mojokerto. Kami mengetahui pelaku berada di rumah bibinya informasi dari orang tua dan keluarganya," ucap Hartoyo.

Hartoyo menambahkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP. Adapun ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini