Lawan Monyet Ekor Panjang, Petani Gunungkidul Bertahun-tahun Tak Pernah Menang

Harian Jogja, · Selasa 23 Juni 2020 19:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 23 510 2235165 lawan-monyet-ekor-panjang-petani-gunungkidul-bertahun-tahun-tak-pernah-menang-KlRpXJxCBh.jpg Ilustrasi (Foto : AFP)

GUNUNGKIDUL — Serangan monyet ekor panjang ke lahan pertanian yang berada peisir Gunungkidul, Yogyakarta, beberapa tahun belakangan membuat resah para petani.

Lurah Kepek, Suhut mengatakan, ancaman monyet panjang semakin meningkat memasuki kemarau. Di wilayahnya ada enam dusun dan ladang pertanian milik warga sudah menjadi korban penjaranan kawanan primate ini. “Paling parah di Dusun Kepek dan Sumuran. Ladang yang ditanami kacang banyak yang dijarah,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Serangan monyet sudah terjadi bertahun-tahun lalu, dan membuat petani frustrasi. Namun, hingga sekarang belum ada solusi untuk mengatasi serangan secara efektif. “Sudah kami laporkan ke BKASDA atau Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, tapi belum ada hasilnya,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Jogoboyo warga Kalurahan Kemadang, Daldiyo. Menurut dia, di wilayahnya sudah banyak hasil bumi milik warga yang dijarah kawanan monyet. “Kerugiannya sudah banyak. Kondisi ini sudah berlangsung sejak enam tahun lalu hingga sekarang belum ada tanda-tanda serangan mereda,” katanya.

Daldiyo mengungkapkan para petani sudah berusaha mengantisipasi mulai dari menjaga lahan atau memburu. Tetapi berbagai upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Sudah kami pasang jaring atau membunyikan petasan, tapi kawanan itu tidak takut. Saat warga pulang, monyet-monyet itu lansung datang untuk menjarah,” katanya.

Dia pun berharap ada upaya mengatasi sehingga kerugian yang diderita petani bisa dikurangi. “Ya kalau seperti ini, warga tidak panen karena tanaman yang ditanam dijarah kawanan monyet,” katanya.

Anggota DPRD DIY dari Daerah Pemilihan Gunungkidul Suparjo mengatakan, serangan monyet ekor panjang tidak hanya terjadi di wilayah pesisir. Sebab, di zona utara juga terjadi hal yang sama sehingga harus ada upaya serius untuk penanggulangan.

“Salah satunya terjadi di Karangsari, Kapanewon Semin. Saya sudah cek ke lokasi dan para petani resah dengan serangan itu,” kata Suparjo.

Baca Juga : Beberapa Provinsi Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak Dibanding Kasus Positif Covid-19

Baca Juga : Bertaruh Nyawa Melintasi Jembatan Penghubung 2 Kecamatan

Dia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menangani agar kerugian yang diderita petani bisa dikurangi. “Ya kalau dijarah terus, petani akan merugi. Jadi, harus ditangani dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan jawatannya sudah melakukan pemantauan terhadap ancaman serangan monyet di wilayah Tepus. Namun demikian, hasil pemantauan belum menunjukan tanda-tanda serangan.

“Beberapa cara juga sudah kami lakukan seperti menanam tanaman buah di beberapa titik. Penanaman dilakukan untuk memberikan stok pangan monyet agar tidak menjarah ke area pertanian,” katanya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini