Klaster Pernikahan: Ibu Pengantin Meninggal & Sejumlah Tamu Undangan Positif Covid-19

Agregasi Solopos, · Selasa 23 Juni 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 512 2235233 klaster-pernikahan-ibu-pengantin-meninggal-sejumlah-tamu-undangan-positif-covid-19-jPZrMWI97y.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SEMARANG – Pesta pernikahan di Semarang membuat penularan virus corona atau covid-19 di Semarang, Jawa Tengah, semakin meningkat. Pesta pernikahan itu pun jadi klaster baru penyebaran Covid-19 lantaran sejumlah tamu undangan terinfeksi corona.

"Sekitar empat hari lalu ada pernikahan enggak sesuai SOP, lebih dari 30 orang (tamu undangan),” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada Sabtu lalu sebagaimana dikutip dari Solopos pada Selasa (23/6/2020).

Karena tidak mengindahkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dalam menggelar pesta pernikahan, ayah dari pengantin tersebut sakit dan dalam kondisi kritis, sementara ibu dan adik mereka meninggal dunia akibat Covid-19.

“Setelah itu ada kabar bapak manten (pengantin) sakit kritis dan ibunya meninggal dunia positif Covid-19. Adiknya juga meninggal. Kita lakukan tracing, ternyata 9 dari 5 takmir masjidnya positif. Kita tracing ke keluarga banyak yang positif," sambung Hendrar Prihadi.

Kendati demikian, Pemkot Semarang akan melonggarkan penyelenggara pesta pernikahan maupun hajatan lain dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Jilid ke-IV yang mulai diterapkan pada 22 Juni 2020 hingga 8 Juli 2020.

Jika sebelumnya hajatan atau pesta pernikahan dibatasi hanya boleh dihadiri 30 tamu undangan, maka di PKM Jilid ke-4 diizinkan lebih banyak tamu. Hajatan boleh dihadiri maksimal 50 tamu.

Terkait pelonggaran, Hendrar berdalih kondisi itu bisa diterapkan asal masyarakat mematuhi standar prosedur operasional (SOP) penyelenggaraan pesta, atau menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau kapasitas (gedungnya) 1.000 orang, yang dibatasi maksimal 50 orang. Enggak perlu ragu menjalankan aktivitas, asalkan SOP dijalankan," jelas Hendi.

Baca Juga : Pesta Pernikahan Jadi Klaster Baru Kasus Corona di Semarang

Baca Juga : Beberapa Provinsi Pasien Sembuh Corona Lebih Banyak Dibanding Kasus Positif Covid-19

Ia mengatakan saat ini sasaran Pemkot Semarang adalah menyadarkan masyarakat terkait bahaya Covid-19. Menurutnya, masyarakat bisa terhindar dari Covid-19 asalkan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, melakukan pembatasan jarak, hingga sering mencuci tangan. "Kalau ini bisa dijalankan saya rasa kita akan terhindar dari Covid-19," imbuhnya.

Selai pesta pernikahan, pada PKM Jilid ke-IV, pelonggaran juga dilakukan di sejumlah sektor. Antara lain tempat wisata, tempat hiburan, dan rumah makan atau industri kuliner.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini