Kasus Pertama di Dunia, Bayi Kembar Tiga yang Baru Lahir Positif Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 18 2235599 kasus-pertama-di-dunia-bayi-kembar-tiga-yang-baru-lahir-positif-corona-xt0EkqqyCi.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BAYI kembar tiga yang baru lahir di Meksiko dites positif virus corona, dalam kasus yang menurut pejabat kesehatan setempat, belum pernah terjadi sebelumnya.

Dua bayi, satu laki-laki dan satu perempuan, berada dalam kondisi stabil di sebuah rumah sakit di Negara Bagian San Luis Potosi. Namun, bayi kedua menerima perawatan untuk kondisi pernafasan.

Mereka lahir prematur pada 17 Juni, dan semuanya dinyatakan positif virus corona pada hari kelahiran mereka.

Seorang juru bicara Komite Keamanan Kesehatan negara bagian mengatakan, penularan penyakit dalam kelahiran bayi kembar belum terdeteksi di mana pun secara global. Para ahli medis melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, bisa ditularkan melalui plasenta ibu selama kehamilan.

Sejumlah kecil bayi yang baru lahir diketahui mengidap virus setelah lahir, tetapi pejabat kesehatan mengatakan mereka tidak percaya hal yang sama terjadi dalam kasus ini.

Menteri Kesehatan Negara Bagian San Luis Potosi, Mónica Liliana Rangel Martínez mengatakan bahwa "mustahil bayi-bayi itu terinfeksi pada saat kelahiran," demikian diwartakan BBC.

Namun, orangtua mereka saat ini sedang diuji, dengan pihak berwenang mengatakan mereka mungkin tidak menunjukkan gejala.

Meksiko telah mencatat lebih dari 185.000 kasus virus korona dan 22.584 kematian sejak kasus pertama negara itu pada 28 Februari.

Virus corona pada bayi baru lahir adalah sesuatu yang tidak biasa, tetapi pernah terjadi. Bayi dapat tertular virus setelah lahir jika mereka memiliki kontak dekat dengan siapa saja yang sudah terinfeksi. Virus itu mungkin juga diturunkan di dalam rahim dari ibu ke bayi melalui plasenta.

Peneliti dari Yale School of Medicine, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melaporkan kasus infeksi virus corona melalui plasenta pertama yang diketahui. Ketika infeksi memang terjadi, risiko terhadap ibu dan bayi seringkali rendah, meskipun beberapa laporan menunjukkan itu mungkin meningkatkan kemungkinan bayi dilahirkan lebih awal.

Tidak ada bukti bahwa virus tersebut menyebabkan keguguran atau memengaruhi perkembangan bayi dalam kehamilan, tetapi, sebagai tindakan pencegahan, wanita hamil disarankan untuk secara ketat menghindari kontak sosial yang dekat untuk mengurangi kemungkinan mereka terkena virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini