Tim Bawaslu telah mendatangi pula kantor Kelurahan Jurang Mangu Timur. Namun sayangnya, seluruh pegawai dan staf yang ikut bergabung dalam grup whatsapp itu kompak menghapus seluruh isi percakapan. Diduga, upaya tersebut ditujukan untuk menghilangkan barang bukti perintah dalam broadcast.
"Ini belum jadi temuan, kalau sudah jadi temuan dinaikkan ke penanganan pelanggaran. Ini masih proses penelusuran untuk bisa dinaikkan menjadi temuan. Kalau misalnya Sekel-nya belum ketemu, belum bisa memberi keterangan, ya nggak bisa kita naikkan menjadi temuan. Kita kemarin sudah datang ke kantor kelurahan, sayangnya semua sudah meng-clean chat. Jadi chat-nya sudah tidak ada, alasannya handphone-nya (memori) penuh," tandasnya.
Berbagai pihak merasa resah dengan viralnya broadcast meminta pengumpulan data ASN dan non-ASN tersebut. Mereka khawatir, data-data itu digunakan sebagai upaya menggiring dukungan kepada Benyamin Davnie - Pilar Saga, pasangan yang diusung Airin Rachmi Diany selaku ketua DPD Golkar Tangsel.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) membenarkan bahwa tengah ada pendataan bagi ASN dan non-ASN di Tangsel. Namun disebutkan, pengumpulan data itu bukan ditujukan untuk pemenangan kandidat calon wali kota Tangsel.
"Iya memang kita sedang pendataan, buat ASN dan pegawai non-ASN. Tapi bukan seperti isi pesan itu, saya nggak tahu itu dari mana. Nggak ada, bukan buat Pilkada," ucap Kepala BKPP, Apendi, terpisah.
Diwawwncarai terpisah, Airin pun membantah telah memerintahkan pengumpulan data sebagaimana dibeberkan isi broadcast yang bocor itu. Dengan sedikit kesal, dia meminta wartawan menanyakan langsung ke sumber yang memosting broadcast di grup internal Kelurahan Jurang Mangu Timur.
"Tanya aja sama yang ngebocorinnya," jawabnya singkat.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.