Share

Khofifah Akui Kasus Covid-19 Meningkat, Doni Monardo Ingatkan Pengendalian

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 519 2235858 khofifah-akui-kasus-covid-19-meningkat-doni-monardo-ingatkan-pengendalian-oCDdmOTXxl.jfif Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Foto : Ist)

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan kasus virus corona (Covid-19) masih terus meningkat di wilayahnya, terutama di Surabaya. Ia menyebut terus berupaya mengendalikan penyebaran corona dan anggaran yang sudah terpakai sekira lebih dari Rp2 triliun.

Khofifah menyampaikan kondisi yang terjadi di daerahnya saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (24/6/2020).

“Saya ingin menyampaikan, persentase orang tanpa gejala dan pasien dalam pengawasan untuk menjadi positif di Jatim di atas 40%. Kalau ini terjadi maka jumlah kasus positif yang ada di Jatim akan bisa melampaui DKI Jakarta,” kata Khofifah, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Menurutnya, dari seluruh daerah kabupaten/kota di Jatim, kasus Covid-19 tertinggi berada di Surabaya. Sementara Kota Madiun menjadi satu-satunya daerah berstatus zona hijau di Jatim.

“Kami berusaha keras untuk menekan penularan dan juga angka kematian. Kami berharap akan semakin banyak kabupaten/kota yang bisa berubah menjadi zona kuning atau bahkan hijau,” ujar Khofifah.

Gubernur Jatim menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat agar daerahnya bisa segera mengendalikan penyebaran Covid-19. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan dana talangan Rp10 miliar ke Pemprov Jatim untuk menangani pandemi Covid-19.

“Hari (Rabu) ini Menkes juga menyampaikan uang duka cita dari Presiden Joko Widodo kepada tiga dokter yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas masing-masing sebesar Rp300 juta,” tutur Gubernur Jatim.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta Gubernur Jatim mengendalikan betul potensi penularan. Terutama pengambilalihan secara paksa pasien atau jenazah yang diduga Covid-19 akan membahayakan keselamatan masyarakat luas.

“Harus ada langkah khusus untuk menangani persoalan ini. Ibu Gubernur bisa meminta tokoh masyarakat dan juga tokoh agama untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan ada pengambilalihan pasien atau jenazah yang diduga Covid-19. Itu sangat membahayakan dan berpotensi menimbulkan penyebaran,” kata Doni.

Baca Juga : Pemakaman dengan Protokol Covid-19 Telah Disiapkan, Jenazahnya Malah Tertukar

Ia juga meminta agar tempat isolasi mandiri didirikan di tingkat RW atau RT. Rumah sakit tidak akan mampu untuk bisa menangani seluruh warga untuk dirawat di sana.

Menkes Terawan membenarkan, rumah sakit seyogianya hanya untuk mereka yang kondisinya berat atau kritis. Untuk mereka yang gejalanya ringan dirawat di rumah atau tempat penampungan selain rumah sakit.

“Kunci untuk bisa mencegah penyebaran Covid-19 hanya bisa dilakukan menjalankan disiplin, disiplin, dan disiplin. Tidak ada yang lain. Sementara untuk menekan angka kematian, tidak bisa semua orang minta dirawat di RS, karena itu akan membuat petugas medis justru tidak mungkin menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Terawan.

Baca Juga : Pakai Masker Bisa Turunkan Penularan Covid-19 Secara Drastis

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini