671 Jalani Rapid Test Massal di Bandung, 14 Orang Diantaranya Reaktif Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 27 Juni 2020 03:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 27 525 2237192 671-jalani-rapid-test-massal-di-bandung-14-orang-diantaranya-reaktif-covid-19-eSlPPTBcnk.jpg

JAKARTA - Sebanyak 671 orang mengikuti Rapid Test massal di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Hasilnya, ada 14 orang yang dinyatakan reaktif Covid-19 atau virus corona dalam tes cepat tersebut.

Rapid Test itu digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Pada hari kedua ini, pelaksanaan Rapid Test dan swab test massal digelar di halaman Gedung Sate atau halaman Kantor Gubernur Jawa Barat.

"Mereka reaktif langsung di swab dengan 2 mobil lab kita. Hasilnya kemungkinan besok bisa keluar," kata Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Suyanto dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Suyanto mengungkapkan pemilihan Bandung sebagai lokasi rapid test masal yakni berdasarkan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19. Lokasi ini dianggap perlu untuk ditekan terus agar penyebaran Covid-19 bisa menyentuh angka 0.

"Kami koordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 untuk lokasi-lokasi mana yang memang akan kami gelar rapid test. Untuk 3 hari ini dimulai sejak kemarin kita pilih Jawa Barat yakni di Bandung. Sesuai arahan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, harapannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," papar Suyanto.

Suyanto memaparkan BIN terus berkomitmen membantu daerah-daerah untuk dilakukan test cepat (Rapid Test) guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain rapid test, BIN juga menyiapkan mobile PCR test yang diperuntukan bagi warga yang reaktif hasil rapid test.

"Kami akan menyasar lagi ke daerah-daerah sesuai arahan Kepala BIN. Kita disini menyiapkan 2 mobile PCR test, 40 tenaga medis dan dokter serta ribuan alat rapid test," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih atas bantuan rapid test oleh BIN. Kang emil sapaan akrabnya menyebut perang lawan Covid-19 memang harus dilakukan bersama baik intansi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

"Terima kasih kepada BIN yang sudah hadir karena ini adalah perang melawan Covid-19. Jadi semua institusi semua kita harus turun bela negara. Yang di depan adalah dokter tenaga kesehatan, yang lain dengan hartanya, tenaganya, ilmunya, fasilitasnya semua harus bergerak melawan Covid. Dan sisanya adalah bela negara dengan disiplin jaga jarak, cuci tangan, memakai masker," jelasnya.

"Hari ini dari kemarin sampai besok akan ada pengetesan kepada masyarakat di gedung sate dan nanti akan diteruskan di wilayah-wilayah jawa barat lainnya terdiri dari dua prosedur. Prosedur pertama adalah rapid test, nanti bila ada yang reaktif dalam waktu yang bersamaan itu langsung ada dua mobil dengan mesin PCR untuk melakukan swab," sambung dia.

Dalam kesempatan itu, kang emil juga memberikan info kepada BIN bahwa angka Ro (penularan) di Jawa Barat berhasil ditekan di bawah 1. Namun, kondisi ini dianggap masih dakam tahap kewaspadaan. Emil pun telah memutuskan untuk mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat hari ini.

"Tadi saya laporkan ke BIN bahwa Jawa Barat 80 persen berita baik. 20 persennya berita kewaspadaan yang harus terus ditingkatkan. Seluruh jawa barat hari ini tidak ada PSBB. sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (Adaptasi kebiasaan baru). Angka reproduksi Covid sudah dibawah 1 dalam 6 minggu. Artinya walaupun judulnya AKB, kewaspadaan tidak turun," tutupnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini