Polisi Sita Uang Palsu Hampir Rp500 Juta, 3 Pelaku Ditangkap

Bramantyo, Okezone · Senin 29 Juni 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 512 2238259 polisi-sita-uang-palsu-hampir-rp500-juta-3-pelaku-ditangkap-vCbASrJIRS.jpg Polres Klaten rilis pengungkapan uang palsu. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

KLATEN – Sindikat pembuatan uang palsu berhasil dibongkar Polres Klaten. Selain menangkap tiga pelaku, polisi menyita uang palsu siap edar.

Tak tanggung-tanggung uang palsu siap edar yang disita mencapai Rp465,7 juta.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, uang palsu siap edar yang nilainya nyaris menyentuh setengah miliar tersebut terdiri atgas pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

"Lembaran upal (uang palsu) yang berhasil diamankan itu sebanyak 1.701 lembar. Terdiri atas 179 lembar upal pecahan Rp100.000 dan 1.522 lembar upal pecahan Rp50.000," ujar Edy dalam konferensi pers, Senin (29/6/2020).

Sementara ketiga pelaku yang ditangkap adalah N (45) warga Pandeglang, Jawa Barat; TH (52) warga Kabupaten Muarobungo, Jambi; dan AH (50) warga Sukabumi, Jawa Barat.

Terungkapnya sindikat upal di wilayah Klaten, ungkap Edi, berawal dari adanya sebuah transaksi upal di wilayah Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten yang diterimanya.

Berdasarkan laporan tersebut, tim reaksi cepat Satreskrim Polres Klaten bergerak cepat menuju sebuah rumah yang ditempati A di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten.

Polres Klaten rilis pengungkapan uang palsu. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

Setibanya di lokasi transaksi itu digelar, polisi menemukan adanya pembelian upal. Pembeli mendapat uang palsu dengan perbandingan 1:3. Setiap satu juta uang asli dibelikan upal mendapat Rp3 juta.

"Dari lokasi pembuatan upal ditemukan upal sebanyak 5.894 lembar upal pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 serta mengamankan alat cetak upal lengkap beserta tintanya," tuturnya.

Setelah menemukan sejumlah barang bukti, polisi langsung mengembangkan kasus ini dan mendapati upal ini dibuat pelaku TH dan AH di rumah kontrakan di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

"Total temuan upal di Kabupaten Klaten dan Kota Salatiga sebanyak Rp 465,7 juta atau sebanyak 7.595 lembar upal," kata dia.


Baca Juga : Tim Jaguar Gagalkan Peredaran 2.800 Dolar Amerika Palsu

Selain itu, polisi menyita alat mencetak upal, laptop, printer, seperangkat alat sablon, kertas, mesin penghitung, penggaris, cat semprot, plastik cetakan, lampu neon, aluminium foil, dan sepeda motor.

"Ketiga pelaku dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) Jo pasal 26 ayat (2) UURI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman 10 tahun penjara. Dan kasus ini masih terus dikembangkan karena mereka ini diperkirakan tidak bekerja hanya bertiga orang jika mengacu pada banyaknya upal yang ditemukan petugas," tuturnya.


Baca Juga : Hendak Transaksi Dolar Palsu, Seorang Pria Diringkus di Depok

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini