Peningkatan Radiasi Misterius Terdeteksi di Eropa, Diduga dari Pembangkit Nuklir Rusia

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 12:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 18 2238701 peningkatan-radiasi-misterius-terdeteksi-di-eropa-diduga-dari-pembangkit-nuklir-rusia-iFfDZtI5UN.jpg Pembangkit listrik tenaga nuklir Leningrad. (Foto: Getty Images)

LONJAKAN radiasi yang tak terduga telah terdeteksi di Eropa pekan ini, dan penyebabnya masih belum diketahui dengan pasti. Sebuah badan internasional melaporkan bahwa sensor di Stockholm telah menangkap sejumlah kecil isotop radioaktif yang tidak biasa yang dihasilkan oleh fisi nuklir.

Organisasi Perjanjian Larangan Uji Nuklir Komprehensif (CTBTO), yang memonitor bukti uji senjata nuklir dunia, mengatakan salah satu stasiun pemindaian udara untuk partikel radioaktif telah menemukan kadar cesium-134, cesium-137, dan ruthenium-103 yang tidak biasa meski tidak berbahaya.

Isotop itu "tentu saja produk fisi nuklir, kemungkinan besar dari sumber sipil", kata badan itu.

Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Belanda (RIVM) pada Jumat (26/6/2020) mengatakan bahwa lonjakan tersebut dapat ditelusuri ke Rusia. Namun, operator nuklir Rusia telah membantah klaim tersebut, sementara otoritas Swedia, Norwegia dan Finlandia tidak berspekulasi tentang sumber radiasi itu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia "memiliki sistem pemantauan keselamatan tingkat radiasi yang benar-benar canggih dan tidak ada alarm darurat.

"Kami tidak tahu sumber informasi ini," ujarnya sebagaimana dilansir Mirror.

Badan Energi Atom Internasional telah bertanya kepada negara-negara di kawasan tersebut apakah mereka telah mendeteksi isotop, dan "jika ada peristiwa yang mungkin terkait dengan ini".

Saat ini terdapat 10 pembangkit tenaga nuklir yang beroperasi di Rusia.

Kantor berita TASS, mengutip Rosenergoatom, sebuah unit perusahaan nuklir negara Rosatom, mengatakan pada akhir pekan bahwa dua pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia barat laut, di Leningrad dan Kola, bekerja normal dan tingkat radiasi tidak berubah.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini