Pejabatnya Disanksi, Venezuela Usir Dubes Uni Eropa

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 18 2238877 pejabatnya-disanksi-venezuela-usir-dubes-uni-eropa-Gf0JptdoNI.jpg Foto: Reuters.

CARACAS - Presiden Nicolas Maduro telah mengusir duta besar Uni Eropa (UE) untuk Venezuela, memberi diplomat itu waktu 72 jam untuk meninggalkan negara Amerika Latin itu. Langkah tersebut diambil setelah Brussels memberlakukan sanksi terhadap para pejabat Venezuela, termasuk anggota parlemen.

Keputusan Maduro untuk mengusir Isabel Brilhante Pedrosa muncul setelah Dewan Eropa memutuskan untuk menjatuhkan sejumlah sanksi hukuman pada sekira selusin pejabat tinggi Venezuela.

Para pejabat Venezuela yang dikenai sanksi terbaru UE termasuk anggota parlemen Luis Parra, yang menggantikan tokoh oposisi Juan Guaido di pucuk pimpinan Majelis Nasional pada Januari.

"Saya telah memutuskan untuk memberikan Duta Besar Uni Eropa di Caracas 72 jam untuk meninggalkan negara kita. Sudah cukup kolonialisme Eropa melawan Venezuela!" Kata Maduro pada pidato di televisi pada Senin (29/6/2020).

Mengecam negara-negara yang berusaha ikut campur dalam urusan Venezuela, Maduro mengatakan dia akan melakukan yang terbaik untuk melindungi itu dari campur tangan pihak luar dalam proses pemilihan.

"Persiapkan dirimu, tuan kolonialis, supremasi dan rasis, karena di Venezuela akan ada pemilihan umum yang bebas, transparan, dan parlementer dengan partisipasi ribuan kandidat," katanya sebagaimana dilansir RT.

Selain pimpinan legislatif Venezuela, seorang hakim dan seorang kepala militer senior telah menjadi sasaran dalam sanksi terbaru itu, dengan Dewan Uni Eropa menuduh mereka merusak "fungsi demokrasi" parlemen, termasuk dengan melepaskan kekebalan dari beberapa anggota parlemen.

Maduro membalas, dengan mengatakan bahwa para pejabat legislatif yang berada di pihak oposisi mengundang kemarahan Uni Eropa setelah mereka "menolak untuk melaksanakan perintah dari Kedutaan Besar Uni Eropa di Caracas" dan menyebut mereka sebagai warga negara yang taat hukum.

Hubungan antara Caracas dan Eropa telah lama memburuk, karena blok tersebut masih mengakui Guaido sebagai kepala Majelis Nasional meskipun dia digulingkan sebagai hasil pemilihan pada Januari, yang dia kecam sebagai kudeta parlemen. Guaido sekarang mengklaim sebagai pemimpin majelis nasional alternatif, badan legislatif paralel, yang didukung oleh sekutunya di dalam negeri dan juga di Barat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini