Australia Tambah Belanja Militernya, Berencana Beli Rudal Jarak Jauh

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 18 2239418 australia-tambah-belanja-militernya-berencana-beli-rudal-jarak-jauh-vaSbZXWrsB.jpg Foto: Getty Images.

AUSTRALIA mengatakan akan secara signifikan meningkatkan belanja militernya dan fokus pada kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Perdana Menteri Scott Morrison menjanjikan AUD270 miliar (sekira Rp2.650 triliun) untuk anggaran pertahanan selama 10 tahun, meningkat 40%. Dia mengatakan Australia akan membeli rudal jarak jauh dan kemampuan lain untuk "mencegah" konflik di masa depan.

Sebagian besar anggaran itu akan digunakan untuk meningkatkan persenjataan dan peralatan, seperti rudal jarak jauh dan senjata anti-kapal. Itu juga bisa mengembangkan sistem senjata hipersonik.

"Lingkungan keamanan yang sebagian besar jinak ... yang telah dinikmati Australia, pada dasarnya sejak jatuhnya Tembok Berlin hingga krisis keuangan global, telah hilang," katanya sebagaimana dilansir BBC.

"Kedaulatan negara di bawah tekanan, begitu juga aturan dan norma dan stabilitas yang diberikannya."

Dia mengatakan Australia akan dengan kuat mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan nilai-nilai orang lain di kawasan, menambahkan bahwa peningkatan kemampuan militer akan membantu "mencegah perang".

Menurut Morrison, belanja senjata diperlukan karena wilayah itu adalah "fokus dari kontes global yang dominan di masa ini".

Dia mengatakan ketegangan antara AS dan Cina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan hubungan mereka sekarang "sangat kacau". Dia menambahkan bahwa pandemi Covid-19 telah memperburuk ketegangan ini dan menempatkan tatanan keamanan global pada titik paling tidak stabil dalam beberapa dekade.

Morrison juga menyebutkan beberapa wilayah ketegangan termasuk perbatasan antara India dan China, dan konflik Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur.

Pernyataan itu muncul menyusul hubungan yang memburuk antara Australia dan China, yang secara luas dipandang berada dalam kondisi terburuk dalam beberapa dekade. Banyak juga yang menafsirkan perubahan sikap itu menunjukkan Australia mengambil oposisi yang lebih tegas terhadap pengaruh China yang meningkat di kawasan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini