JAKARTA - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Pemongkong, Kabupaten Lombok Timur, diketahui setiap harinya selalu bertaruh nyawa saat hendak pergi sekolah demi mengenyam pendidikan sebagai generasi penerus bangsa.
Bagaimana tidak menantang maut, pasalnya, para siswa itu saat pergi sekolah, hanya menggunakan perahu rakit yang berukuran 2X2 meter. Kendaraan itu digunakan untuk menyeberangi lautan yang luas.
"Mereka menyeberangi lautan yang jarak tempuhnya sekitar 250 meter dengan kedalaman saat pasang tertinggi adalah sampai dengan 10 meter. Anak-anak SD tersebut melakukan ini demi bisa mengikuti/menyambung pendidikan di sekolahnya," kata Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal kepada Okezone, Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Dalam hal ini, polisi menyerahkan satu unit perahu motor untuk fasilitas transportasi laut bagi anak-anak sekolah, dengan tujuan para siswa SD bisa aman dan dapat bersekolah dengan nyaman tanpa adanya ketakutan.
"Kami membuat perahu kemudian perahu tersebut diberikan kepada anak sekolah SDN 5 sebagai sarana transportasi air pengganti rakit gabus yang digunakan mereka selama ini untuk pergi dan pulang ke sekolahnya yang berada di pulau seberang dari pulau tempat mereka tinggal," ujar Iqbal.
Selain itu, Iqbal mengingatkan kembali kepada masyarakat terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, yang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat baik pemerintah, tokoh agama dan masyarakat (togama), tokoh pemuda, dan lain-lain.
"Dengan merebaknya pandemi virus corona, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna memutus tali rantai penyebarannya," ujarnya.