Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Bisa Jalan dan Bicara, Bocah Belia Ini Berharap Kepedulian Sesama

Sigit Dzakwan , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2020 |11:21 WIB
Tak Bisa Jalan dan Bicara, Bocah Belia Ini Berharap Kepedulian Sesama
Ikhsan Nuramalia hanya bisa pasrah menunggu belas kasihan sesama (Foto: Sigit Dzakwan)
A
A
A

KOTAWARINGIN BARAT - Teman sebayanya sudah setara kelas tiga Sekolah Dasar (SD) namun karena keterbasan fisik sejak lahir Ikhsana Nurmalia (9) harus menghabiskan waktu berbaring di tempat tidurnya.

Mulutnya kerap mengeluarkan liur, kakinya lunglai kecil tak berdaya tak mampu menopang tubuh mungilnya itu hingga sepanjang sembilan tahun ia sangat bergantung dengan orangtuanya dalam beraktivitas.

Gadis belia ini lahir kembar namun kembarannya meninggal pada saat setelah lahir. Ia kini tinggal bersama ayahnya Yusuf Paidi (60) dan Ibunya Sri Utami.

Pasangan ini tinggal di rumah kontrakan di jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 26 masuk Desa Sumber Agung Kecamatan Pangkalan Lada.

Faktor ekonomi membuat kedua orangtua bocah ini tak berdaya. Untuk kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan dengan hanya mengandalkan jualan kopi yang digelar dirumah seadanya. Ada juga berjualan bibit lele itupun nyaris tak terurus lagi saat ini.

Penglihatan Yusuf Paidi yang sudah kabur membuat ia tak mampu berbuat banyak dan memilih pasrah atas keadaan tersebut.

“Mata saya sudah kabur sekali, jadi susah mau bergerak apalagi mencari nafkah untuk kerja keluar rumah udah tak bisa,” keluh Paidi, Senin (29/6/2020).

Hingga ia dikaruniai anak iapun tak berdaya melihat kondisinya. Mau meminta bantuan kepada pemerintah ia menyadari bahwa administrasi kependudukannya tidak diurus.

Sehingga sulit untuk berurusan apalagi semua mensyaratkan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) setempat atau administrasi kependudukan lainnya.

“Saya sadar ini salah, tapi saya juga bingung mau mengurus takutnya saya di sini hanya menumpang sewaktu-waktu jika digunakan oleh pemiliknya saya pasti akan pindah lagi. Di sini saya hanya numpang tinggal kalau ada uang saya bayar kalau tidak juga tidak apa-apa kata pemiliknya,” tutur Paidi.

Bahkan ia juga tak melapor ke RT setempat terkait keberadaannya padahal sudah sembilan tahun tinggal di kontrakan tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement