PEKANBARU - Isak tangis warnai pemakaman Pelda Rama Wahyudi, anggota TNI AD yang gugur di Kongo. Istri almarhum, Anita (32) beberapa kali terisak melepaskan kepergian orang yang dicintainya.
Orangtua dan mertua mencoba menenangkan Anita saat jenazah mulai dimasukkan di liang lahat pada Jumat (3/7/2020) sore. Sementara tiga anak almarhum yang masih kecil turut melepas kepergian ayahnya untuk yang terakhir kalinya.
Pelda Anumerta Rama Wahyudi dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Kusuma Bangsa Pekanbaru Jalan Jendral Sudirman. Pemakaman dilakukan secara militer dengan dipimpin Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Irwansyah.
Baca juga: Panglima TNI Evaluasi Tewasnya Pelda Rama Wahyudi di Kongo
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Irwansyah mengatakan, bahwa upacara kemiliteran dalam pemakaman sebagai bentuk penghargaan yang setinggi tingginya terhadap Pelda Rama Wahyudi. Jendral TNI bintang II ini menyatakan bahwa almarhum adalah pahlawan.
"Almarhum sudah mendarmabaktikan harta yang paling berharga dalam hidupnya, nyawa dikorbankan. Negara dan bangsa memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada prajurit di Riau ini," ucap Pangdam.
Baca juga: Panglima TNI: Kami Kehilangan Prajurit Terbaik dalam Misi Kedamaian dan Kemanusiaan
Usai prosesi pengubaran, pihak keluargapun dan prajurit TNI dan warga melakukan prosesi tabur bunga. Pelda Rama Wahyudi, anggota TNI dari Detasmen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru, Kodam I Bukit Barisan meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.