PEKANBARU - Jelang gugurnya Pelda Anumerta Rama Wahyudi, tiga anaknya melakukan video call almarhum. Banyak keinginan para anaknya kepada almarhum, salah satunya adalah ingin dibawakan headset yang dipakai sang ayah.
"Malam sebelum kejadian anak-anaknya video call almarhum. Saat video call anaknya pingin headset (alat pelindung telinga militer), yang saat itu sedang dikenakan ayah dalam menjalankan tugas misi perdamaian," kisah Ahmad Munaris, paman almarhum, di rumah duka Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau Jumat (3/7/2020).
Saat video call Pelda Rama Wahyudi sedang berada di atas kendaraan. Karena masih berdinas, almarhum tidak lama melakukan vidoe call kepada putra putrinya.
Baca juga: Isak Tangis Warnai Pemakaman Pelda Anumerta Rama Wahyudi
Selain itu, para anak almarhum juga berkeinginan untuk melihat uang dollar. Almarhum pun mengiyakan apa yang diucapkan anak-anaknya.
"Anak-anaknya juga ingin dibawakan uang dollar. Almarhum mengiayakan keinginan anaknya akan bawakan headset dan uang dollar," imbuhnya.
Namun, pagi harinya pihak keluarga mendapat kabar dari kesatuan Denpal 1/4 Pekanbaru kalau almarhum gugur di serang kelompok pemberontak di Kongo.
"Pagi pagi rekan almarhum dari kesatuan datang dan mengabarkan berita duka, kita sangat kehilangan," tukasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.