Iran Klaim Miliki "Kota Rudal" Bawah Tanah di Sepanjang Pantai Teluk Persia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 06 Juli 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 18 2241779 iran-klaim-miliki-kota-rudal-bawah-tanah-di-sepanjang-pantai-teluk-persia-YZm3bCQgp2.jpg Rudal Iran menghantam target pada latihan militer di Teluk Oman, Juni 2020. (Foto: AFP)

TEHERAN - Iran telah membangun beberapa "kota rudal", baik di darat maupun di sepanjang pantai selatannya, hal itu diungkapkan Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), menyebut fasilitas itu "mimpi buruk" bagi musuh-musuh Iran.

Dalam wawancara dengan mingguan Sobh-e Sadeq, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri mengatakan bahwa jaringan “kota rudal” itu termasuk bunker-bunker bawah tanah. Dia menambahkan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran telah mengerahkan 23.000 personel dan 428 armada kapal di sepanjang perbatasan selatannya.

“Iran telah membangun kota-kota rudal darat dan lepas pantai di sepanjang pantai Teluk Persia dan Teluk Oman, yang akan menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh Iran,” kata Tangsiri sebagaimana dilansir RT.

Dia juga mengisyaratkan pengerahan rudal jarak jauh yang akan diumumkan, serta kapal militer baru yang “tak terbayangkan” oleh musuh-musuh Iran.

Militer Iran tampaknya akrab dengan fasilitas bawah tanah, berulang kali mengisyaratkan memiliki persediaan rudal yang tersembunyi dan lokasi peluncuran, dan bahkan pabrik bawah tanah yang sepenuhnya berkembang. Sejauh ini, tidak ada bukti visual dari fasilitas Garda Revolusi yang dioperasikan angkatan laut yang tersedia.

Teluk Persia telah melihat peningkatan aktivitas militer asing sejak musim panas lalu, menyusul serangkaian insiden maritim, termasuk serangan misterius pada tanker minyak. Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyalahkan Iran atas insiden-insiden tersebut, bahkan mengerahkan pasukan tambahan ke Teluk Persia untuk memastikan navigasi kapal yang aman.

Sementara itu Iran selalu menyatakan mampu menyediakan semua keamanan yang diperlukan di kawasan itu sendiri. Teheran mendesak negara-negara asing untuk menjauh dari perairan yang bermasalah itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini