Share

Dalam 10 Hari, 147 Orang Tewas Akibat Sambaran Petir di India

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 18 2242342 dalam-10-hari-147-orang-tewas-akibat-sambaran-petir-di-india-Fze6Ca1cd6.jpg Foto: Pexels.

PATNA - Setidaknya 147 orang telah terbunuh oleh sambaran petir di Negara Bagian Bihar, India dalam 10 hari terakhir. Cuaca musim muson yang parah telah membuat para petani semakin terancam terkena sambaran petir.

Pihak berwenang dilaporkan mencatat 26 kematian terkait petir pada Kamis pekan lalu (2/7/2020), diikuti 15 kematian pada Jumat (3/7/2020), dan 21 lainnya pada Sabtu (4/7/2020). Lebih lanjut 40 orang telah terluka karena kondisi cuaca yang mendukung pertanian terbukti menjadi pedang bermata dua yang mematikan bagi masyarakat setempat.

Korban tewas akibat sambaran petir di daerah itu sejak awal Maret telah meningkat menjadi lebih dari 215 orang. Departemen Meteorologi India memperingatkan bahwa serangan petir yang lebih ekstrem diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang, demikian diwartakan RT.

Tahun ini korban tewas akibat sambaran petir di India telah jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019, sekira 170 orang tewas oleh sambaran petir di Bihar selama musim hujan yang berlangsung dari Juni hingga September.

Otoritas negara mengembangkan dan merilis aplikasi ponsel pintar yang membantu memprediksi periode peningkatan serangan kilat, sehingga memperingatkan penduduk setempat. Namun, karena Bihar adalah negara bagian termiskin di India, banyak petani dan buruh tidak memiliki ponsel pintar.

“Karena curah hujan yang baik tahun ini di bulan Juni, petani keluar di ladang pertanian. Air sawah juga menarik listrik dan petani di lapangan bertindak sebagai konduktor listrik dari badai, ”jelas Sunitha Devi, anggota kelompok kerja badai petir Kementerian Ilmu Bumi.

Ahli agrometeorologi Bihar, Abdus Sattar mengatakan, peningkatan serangan itu disebabkan oleh ketidakstabilan berskala besar di atmosfer yang disebabkan oleh meningkatnya kelembaban di udara yang dipasok oleh Indian Ocean Dipole (IOD).

IOD adalah fenomena alam, yang juga dikenal sebagai Niño India, di mana suhu permukaan laut sangat berubah di bagian timur dan barat samudera, dengan dampak dramatis pada cuaca. Peristiwa seperti kekeringan Australia dan kebakaran hutan berikutnya di awal 2020, banjir Jakarta, dan bahkan infestasi belalang masif di Afrika timur dan anak benua India semuanya telah diperburuk oleh IOD.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini