“Karena curah hujan yang baik tahun ini di bulan Juni, petani keluar di ladang pertanian. Air sawah juga menarik listrik dan petani di lapangan bertindak sebagai konduktor listrik dari badai, ”jelas Sunitha Devi, anggota kelompok kerja badai petir Kementerian Ilmu Bumi.
Ahli agrometeorologi Bihar, Abdus Sattar mengatakan, peningkatan serangan itu disebabkan oleh ketidakstabilan berskala besar di atmosfer yang disebabkan oleh meningkatnya kelembaban di udara yang dipasok oleh Indian Ocean Dipole (IOD).
IOD adalah fenomena alam, yang juga dikenal sebagai Niño India, di mana suhu permukaan laut sangat berubah di bagian timur dan barat samudera, dengan dampak dramatis pada cuaca. Peristiwa seperti kekeringan Australia dan kebakaran hutan berikutnya di awal 2020, banjir Jakarta, dan bahkan infestasi belalang masif di Afrika timur dan anak benua India semuanya telah diperburuk oleh IOD.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.