Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terungkap! Ini Motif Maria Pauline Lumowa Bobol Bank BNI Rp1,7 Triliun

Isty Maulidya , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2020 |12:03 WIB
Terungkap! Ini Motif Maria Pauline Lumowa Bobol Bank BNI Rp1,7 Triliun
foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, tersangka pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 Triliun, Maria Pauline Lumowa, dibawa Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Yasonna mengatakan, penyidik akan menelusuri harta Maria Pauline Lumowa terkait pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Sebelumnya, pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

“Motifnya mau memperkaya diri sendiri, itu sudah pasti,” tegas Yasonna di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (9/7/2020).

Politikus PDIP itu melanjutkan, penyidik juga akan melakukan pemblokiran terhadap aset-aset milik. Maria Pauline Lumowa baik yang di dalam negeri maupun luar negeri.

“Kita akan freeze dan blokir akunnya. Kita upayakan setelah ada proses hukum di Bareskrim, baru kita bergerak,” tutup Yasonna.

Sekadar diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement