Kakek-Nenek Tinggal di Gubuk 1,5 X 3 Meter Beratap Plastik

Saladin Ayyubi, iNews · Kamis 09 Juli 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 512 2243601 kakek-nenek-tinggal-di-gubuk-1-5-3-meter-beratap-plastik-Q96BHvb99o.jpg Pasangan kakek-nenek yang tinggal di gubuk tak layak huni/Foto: Saladin Ayyubi-iNews

BANYUMAS - Pansangan kakek-nenek terpaksa tinggal di gubuk yang sama sekali tidak layak huni. Mereka harus hidup di gubuk berukuran 1,5X3 meter yang beratap plastik dan beralaskan kain spanduk.

Selain itu, tinggi gubuk yang ditempati pun hanya satu meter dan berada di tengah perkebunan, Bayumas, Jawa Tengah. Untuk menuju gubuk Mbah Sastro (70) dan Sugiani (45), harus berjalan kaki melewati pematang sawah dan perkebunan.

Keberadaan pasangan kakek nenek ini telah menyita perhatian warga net di Banyumas. Pasalnya, kondisi gubuk yang mereka tempati sangat memprihatinkan. Kondisinya bertambah miris, karena letaknya di areal perkebunan warga, di Kelurahan Kedungawuluh, Purwokerto Barat, Banyumas.

Mbah Sastro dan Sugiani telah tinggal di gubuk tersebut selama lima tahun. Mereka terpaksa harus hidup digubuk seadanya setelah tak memiliki tempat tinggal.

Kakek Nenek

Bukan hanya itu, atap dan dinding gubuk harus diikatkan pada batang pohon. Sementara, agar atap ini tidak terbang Mbah Sastro menindihnya dengan balok kayu dan batu.

Saat melihat ke dalam gubuk, tentu mustahil bisa beristirahat dengan layak. Hanya cukup untuk mereka berdua saja. Itu pun masih harus diisi dengan beberapa pakaian serta bungkusan kain dalam kantong plastik.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Sastro hanya mengandalkan hasil memancing ikan pelus di sungai yang berada di samping gubuknya. Ikan hasil memancingnya ini kemudian dijual untuk kebutuhan hidup selama satu minggu.

Untuk memasak, mereka menggunakan tungku kayu bakar. Lokasi dapur tidak lebih memprihatinkan karena hanya ditutup dengan karung beras. Jika hujan, dapurnya tak bisa digunakan.

Mbah Sastro mengaku selama ini baru sekali mendapat bantuan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun BLT ini tak diteruskan karena dianggap salah sasaran. KTP yang dimiliki Mbah Sastro di Kelurahan Kedung Wuluh Selatan bukan tempat yang ditinggali sekarang.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini