"Kalau dari langkah konkret, kita lihat razia di Gresik sudah makin kencang, Bu Wali Kota (Surabaya) juga keliling terus untuk melakukan penanganan di lapangan sampai disuruh push up (warga yang melanggar protokol kesehatan. Lalu juga jam malam diberlakukan. Pak Kapolda, Pak Pangdam memberi ide masukan seperti rekayasa lalu lintas dan ditutup jalan yang kemungkinan terjadi kerumunan," tuturnya.
Sebagai informasi Presiden Jokowi sempat memberikan tenggat waktu kepada Jawa Timur untuk meminalisir angka pertambahan pasien positif corona. Namun dua minggu dari tenggat waktu dari Jokowi tersebut, angka positif corona di Jawa Timur justru ‘meledak’.
Tercatat di data terakhir yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur pada Kamis siang 9 Juli 2020 terdapat 14.941 kasus positif corona di Jawa Timur.
Jika diakumulasikan sejak Presiden Jokowi memberikan instruksi tersebut di Jatim, terjadi penambahan pasien positif corona sebanyak 4.409 selama 13 hari, atau bila di rata–rata maka ada penambahan 399 kasus per harinya di Jawa Timur.
Bahkan data pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Timur mencapai 11.293 orang dengan 30.516 orang masuk kategori dalam pemantauan.
(Abu Sahma Pane)