WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) memuji Pemerintah Indonesia dan otoritas di Aceh yang merespons kedatangan 99 pengungsi Rohingya di perairan Indonesia pada 24 Juni 2020. Respons itu diakui sebagai bukti koordinasi yang erat antara Indonesia dengan badan-badan PBB untuk pengungsi, UNHCR dan IOM.
“Kami menghargai tindakan kemanusiaan Indonesia sehubungan populasi rentan ini dan karena telah berperan sebagai pemimpin di dalam ASEAN terkait isu yang mendesak ini. Ini menjadi contoh kuat bagi negara-negara di kawasan dan seluruh komunitas internasional,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam pernyataan yang diterima media.
BACA JUGA: Kapal Pengangkut 94 Warga Rohingya Ditemukan di Laut Aceh
“Amerika Serikat mendorong pembagian tanggung jawab dan kerja sama regional dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta pendaratan yang aman dan manusiawi bagi mereka yang paling rentan yang tiba di pantai negara-negara ASEAN, terutama selama pandemi ini.”
Pemerintah AS juga menyampaikan keprihatinannya terkait laporan tindakan militer Myanmar Rathedaung, Negara Bagian Rakhine, yang tampaknya telah mengakibatkan ribuan orang terlantar, termasuk etnis Rakhine dan Rohingya.
BACA JUGA: ACT Terus Dampingi dan Siapkan Pangan Untuk Penyintas Rohingya di Aceh
“Kami menegaskan seruan kami sebelumnya tentang penghentian pertempuran, dialog damai, dan upaya baru untuk melindungi komunitas setempat, serta akses untuk organisasi kemanusiaan.”
Sebagaimana diketahui, tindakan keras militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine telah memaksa ratusan ribu etnis minoritas di sana untuk pergi mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh atau ke negara-negara lain melalui laut. PBB menuding militer Myanmar berusaha melakukan genosida di Rakhine.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.