Ini Analisis BMKG Terkait Gempa di Banda Aceh

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 13 Juli 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 340 2245402 ini-analisis-bmkg-terkait-gempa-di-banda-aceh-mmU5R0RlWA.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 yang sebelumnya dilaporkan magnitudo 5,5, terjadi di Pantau Barat Banda Aceh, Aceh, Senin (13/7/2020) pagi ini. Gempa tektonik tersebut terjadi sekira pukul 07.58 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini terletak pada koordinat 5,12 LU dan 94,32 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 120 km arah Barat Daya Kota Banda Aceh, dengan kedalaman 34 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas subduksi," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui pesan singkatnya, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Banda Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan pengamatan BMKG, menunjukkan bahwa gempa bumi inimemiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). Oleh karenanya, sejumlah daerah yang berdekatan dengan pusat gempa akan terasa dampak getarannya.

"Dampak gempa bumi, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Banda Aceh III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Sabang dan Sigli II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)," bebernya

Namun, hingga saat ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga hari Senin, 13 Juli 2020 pukul 08.11 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock)," ucapnya.

Baca Juga: Banda Aceh Gempa, BMKG Imbau Masyarakat Tenang & Jauhi Bangunan Retak

BMKG mengimbau agar maayarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga meminta agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini