Tempat Hiburan Malam Bakal Dibuka, Ratusan Pekerja & Pemandu Lagu Dites Swab

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 13 Juli 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 525 2245611 tempat-hiburan-malam-bakal-dibuka-ratusan-pekerja-pemandu-lagu-dites-swab-flXRWkIEdI.jpg Pekerja dan pemandu lagu dites swab (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melakukan tes swab terhadap ratusan pemandu lagu dan pekerja tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (13/7/2020).

Tes swab ini dilakukan sehubungan dengan rencana dibukanya kembali jam operasional tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada tanggal 15 Juli 2020.

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, ada sebanyak 140 pemandu lagu dan pekerja tempat hiburan malam yang mengikuti tes swab hari ini. Mereka bekerja di delapan tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon.

Nanang menyebut, para pekerja tempat hiburan malam harus terbebas dari virus corona atau Covid-19. Hal itu, kata dia, merupakan syarat operasional bagi tempat hiburan malam yang akan beroperasi kembali. Ia memastikan, hasil tes swab akan keluar dua hari mendatang.

"Para pegawai harus terbebas dari Covid-19. Ada 140 orang yaitu para pemandu lagu dan juga waiters," kata Nanang kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Nanang melanjutkan, tes swab yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang meminta agar setiap kota dan kabupaten di Jawa Barat melakukan tes swab massal yang menyasar satu persen dari jumlah penduduknya.

"Targetnya, akhir bulan ini selesai untuk tes swab massal yang menyasar satu persen dari jumlah penduduk," tambah Nanang.

Dijelaskannya, para pengelola tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon wajib menerapkan protokol kesehatan yang ada. Hal ini sebagai upaya mencagah terjadinya penularan Covid-19.

Baca Juga : Satu SPG Positif Corona, Swalayan di Kota Bogor Ditutup

Baca Juga : Pemotor yang Hadang Ambulans di Depok Ternyata Pegawai Dinas Perhubungan

Nanang menilai, tempat hiburan malam, khususnya yang memiliki ruangan tertutup, sangat rentan terjadinya penularan Covid-19. "Penularan Covid-19 bisa saja terjadi. Apalagi yang ruangan AC, bisa berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19 melalui udara," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengelola tempat hiburan malam di Kabupaten Cirebon, Sudrajat mengatakan, pihaknya akan mengatur skema untuk mencegah penularan Covid-19. Salah satunya yakni, jumlah pengunjung akan dibatasi sekitar 50 persen, sesuai dengan jumlah ruangan yang ada.

"Kami akan semprotkan dulu ruangan yang akan dibuka menggunakan disinfektan. Ini supaya ruangan steril ketika pengunjung akan menggunakannya," pungkas Sudrajat.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini