JAKARTA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar membeberkan kondisi terkini sejumlah daerah yang sempat terendam banjir bandang sejak Senin, 13 Juli 2020 malam. Pantauan di lapangan, kondisi daerah yang terendam banjir masih memprihatinkan.
Muslim mengatakan hampir seluruh rumah yang terendam banjir, saat ini kondisinya dipenuhi lumpur. Berdasarkan data yang tercatat oleh BPBD Luwu Utara, 213 rumah yang tertimbun lumpur.
"Sebanyak 213 rumah yang tertimbun oleh sedimen material lumpur, 10 rumah hanyut. Ada juga beberapa rumah yang sudah luluh lantak, tidak berbentuk seperti rumah," kata Muslim dalam tayangan iNews sore, Rabu (15/7/2020).
Lebih lanjut, kata Muslim, sejumlah daerah yang diterjang banjir bandang hingga kini masih gelap gulita karena adanya pemadaman listrik. Pemadaman dilakukan sesaat banjir bandang menerjang Luwu Utata. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ada maayarakat yang tersetrum.
Baca Juga: Banjir Bandang Luwu Utara, 16 Meninggal Dunia dan 23 Warga Hilang
"Di beberapa lokasi titik banjir, memang yang kita minta, pertama memang agar untuk matikan listrik, karena memang air salah satu pengantar listrik paling baik. Untuk saat ini sebagian masih padam. Tapi di beberapa tempat sudah menyala," bebernya.
Hasil pemantauan BPBD, memang banyak rumah yang sudah tidak layak huni pasca-diterjang banjir bandang. Rumah tersebut, kata Muslim, hancur tertimbun lumpur.