Menko PMK: Setiap Kabupaten/Kota Harus Punya Minimal Satu Mesin PCR

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 19 Juli 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 519 2248711 menko-pmk-setiap-kabupaten-kota-harus-punya-minimal-satu-mesin-pcr-7ukc4Y8Oj2.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya mesin polymerase reaction chain (PCR) untuk melakukan pemeriksaan spesimen terkait Covid-19.

Hal tersebut dikatakannya usai melakukan pertemuan dengan Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Walikota Madiun Maidi, di Kantor Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2020.

"Tadi saya sudah minta ke Pak Wali Kota dan Pak Bupati untuk mempelajari kemungkinan pengadaan PCR, mesin PCR di masing-masing rumah sakit. Paling tidak di kabupaten atau kota punya satu," kata Muhadjir dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Dia pun meminta kepada Bupati dan Wali Kota Madiun untuk mengusulkan pengadaan PCR kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

Selain itu, kata Muhadjir, untuk pengadaan kebutuhan operasional seperti PCR kits, reagen ekstraksi, dan lainnya, bisa diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

"Kalau bisa pengadaannya bisa diserahkan pada masing-masing kabupaten kota dengan anggaran untuk covidnya. Kalau tidak nanti juga bisa mengajukan ke Kemenkes," jelas Muhadjir.

Dia menekankan, langkah ini perlu dilakukan agar dapat mempercepat kepastian status pasien apakah dalam keadaan suspek atau terkonfirmasi positif Covid-19. Karena menurutnya masih banyak kasus pasien hingga meninggal dunia tidak diketahui statusnya, apakah positif atau negatif Covid-19.

"Supaya itu, maka setiap kabupaten kota harus punya mesin PCR sendiri. Sehingga spesimen tidak perlu dikirim terlalu jauh tapi juga bisa di tempat itu. Jadi paling tidak mereka harus segera diketahui statusnya. Targetnya maksimum dua hari sudah bisa diketahui," ucap Muhadjir.

Di sisi lain, Muhadjir mendorong agar pemerintah kabupaten-kota untuk menyediakan ruangan khusus dengan tingkat keamanan tinggi sebagai tempat mesin PCR dan tempat dilakukannya pengetesan spesimen.

"Karena itu saya juga minta kepada Pak Bupati dan Pak Walikota tolong disiapkan ruangan untuk BSL-2 minimum. Syukur-syukur BSL-3. Jadi yang tingkat keamanannya level 2. Syukur-syukur bisa level 3," tandas Muhadjir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini