Ahmad Purnomo Ogah Masuk Tim Pemenangan Gibran - Teguh di Pilkada Solo

Bramantyo, Okezone · Selasa 21 Juli 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 512 2249698 ahmad-pornomo-ogah-masuk-tim-pemenangan-gibran-teguh-di-pilkada-solo-GwZTdrnKHH.jpg Ahmad Purnomo (foto: Okezone.com)

SOLO - Mantan bakal calon Wali Kota Solo, Achmad Purnomo menolak masuk menjadi tim pemenangan pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso.

Sekalipun yang meminta masuk dalam tim pemenangan adalah Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo, tetap akan ditolaknya.

 Baca juga: Tak Dapat Rekomendasi PDIP di Pilkada Surakarta, Purnomo Cukur Kumis & Jenggot

Ahmad Purnomo yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota, lebih memilih menjadi anggota pasif.

"Tidak usah saja (masuk kedalam tim pemenangan Gibran - Teguh). Saya jadi anggota pasif saja. Alasannya, ya karena saya tidak bisa bekerja, itu saja," papar Purnomo, Selasa (21/7/2020).

 Baca juga: Gibran dan 7 Jagoan PDIP Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Menurut Purnomo, dirinya tidak akan mengelak, bila ada yang mengatakan alasan penolakan masuk menjadi tim pemenangan Gibran - Teguh karena perasaan pada dirinya belum bisa menerimanya.

Karena alasan penolakan tersebut sebenarnya tidak perlu dipertanyakan. Sebab, publik sudah pasti tahu apa jawaban dari penolakannya tersebut.

"Sebetulnya alasannya tidak perlu ditanyakan, ini cuma masalah perasaan saja. Dan publik sudah pasti tahu itu," ujarnya.

Apakah dengan penolakan tersebut, sama dengan dirinya menolak permohonan dari Presiden Jokowi untuk membimbing Gibran.

Buru-buru Ahmad Purnomo mengatakan, dirinya bukan menolak permohonan Presiden untuk membimbing putranya.

Hanya saja Purnomo siap membimbing Gibran, bukan saat pilkada. Melainkan saat Gibran terpilih menjadi Walikota, dirinya siap membimbing suami dari Selvi Ananda tersebut.

"Membimbing seperti yang diminta oleh Presiden itu nanti saat di pemerintahan kalau di Pemilukada tidak usah. Nanti kalau mas Gibran sudah jadi walikota, saya siap. Saya sebagai warga solo yang mencintai kotanya dimintai bantuan masa tidak mau,"terangnya.

"Jangan yang saya maksudkan disini itu bukan menolak permintaan Presiden Jokowi (membimbing Gibran). Jangan disini itu saat kampanye. Sebagai penasehat itupun saya tak mau. Saya hanya mau sebagai warga Solo biasa, dan sebagai kader pasif partai saja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini