Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan Data Sim Card

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 23 Juli 2020 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 340 2250639 polisi-tangkap-sindikat-pemalsuan-data-sim-card-hXMoCwgYQA.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MANADO - Tim Khusus Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengungkap jaringan penjual kartu sim prabayar IM3, yang menggunakan Nomor Induk Kartu Tanda Penduduk (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) ilegal di Sulut.

Dari pengungkapan jaringan tersebut, empat terduga pelaku berhasil diamankan tiga lokasi berbeda. Salah satunya merupakan pelaku utama berinisial TAK (48) selaku Branch Manager PT MDM, distributor Sim card seluler IM3.

TAK mendistribusikan semua Sim card seluler tersebut ke masing-masing pelaku yang berperan sebagai operator, yakni VRM (24), untuk wilayah Manado, FER (33) wilayah Tomohon, Minahasa, Mitra dan Minsel serta AMP (26) wilayah Kota Kotamobagu dan Bolmong raya.

"VRM mencari dan mengumpulkan data-data KTP dan KK melalui internet kemudian diberikan kepada TAK untuk dibagikan kepada operator lainnya, VER dan AMP untuk digunakan sebagai administrasi kelengkapan data untuk meregistrasi sim card seluler dimaksud," ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast, Rabu (22/7/2020).

 penangkapan

Setelah berhasil diaktivasi, sim card tersebut diserahkan kembali kepada TAK untuk selanjutnya didistribusikan ke sales-sales yang akan menjualnya kembali ke masyarakat.

Timsus Maleo yang menemukan banyak sekali pemilik nomor yang tidak sesuai dengan data yang terdaftar dalam registrasi langsung melakukan penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi akan adanya kegiatan pemalsuan data elektronik yang berlokasi disalah satu rumah di Perum GPI Manado. Lokasinya sangat tertutup sehingga tidak ada yang mencurigai," sambungnya.

Timsus langsung mendatangi lokasi, dan menemukan adanya kegiatan tindak pidana pemalsuan data elektronik serta berhasil mengamankan VRM beserta barang bukti.

Kasus tersebut kemudian dikembangkan sampai ke kota Tomohon serta menemukan kegiatan yang sama dan mengamankan seorang Pelaku FER. Pengembangan berlanjut hingga ke wilayah kota kotamobagu dan mengamankan pelaku AMP.

Tim juga berhasil diamankan 37.040 buah kartu seluler IM3 yang telah diregistrasi dan lewat masa berlaku, 3.050 buah kartu yang telah diregistrasi dan masih berlaku serta 6.742 buah kartu yang siap di registrasi.

Selain itu juga di TKP Kota Manado diamankan satu buah modem pool (alat registrasi), satu buah wifi, 2 buah monitor komputer 14 inch, satu buah laptop, dua buah keyboard komputer, satu buah CPU, satu buah mouse, satu buah scan barcode, duah buah kabel VGA, tiga buah kabel adaptor, satu buah kabel konektor modem pool dan satu buah flashdisk dongle 16Gb.

Di Kota Tomohon diamankan barang bukti 450 buah kartu seluler IM3 yang sudah diregistrasi dan masih aktif, satu buah modem pool, satu buah laptop, satu buah mouse, dua kabel adaptor dan satu buah konektor modem pool.

Di TKP Kota Kotamobagu diamankan 2.000 buah kartu seluler IM3 yang sudah diregistrasi dan masih aktif, 300 buah kartu seluler yang siap diregistrasi, satu buah modem pool, satu buah laptop, satu buah mouse, dua buah kabel adaptor dan satu buah kabel konektor modem pool.

"Mereka dijerat dengan pasal 51 ayat (1) Jo pasal 35 undang-undang nomor 11 tahun 2008 sebagaimana yang telah diubah dengan undang-undang no 19 tahun 2016 Jo pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini