Iran Hancurkan Tiruan Kapal Induk AS dalam Latihan Militer di Hormuz

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 18 2253742 iran-hancurkan-tiruan-kapal-induk-as-dalam-latihan-militer-di-hormuz-RSufZQrxhL.jpg Tiruan kapal induk AS yang dihancurkan rudal Iran. (Foto: EPA)

TEHERAN – Iran telah meluncurkan rudal dan meledakkan sebuah tiruan kapal induk Amerika Serikat (AS) dalam sebuah latihan perang di Selat Hormuz, yang strategis. Latihan militer itu termasuk latihan tembak yang berat, yang membuat AS sempat menempatkan dua pangkalan regionalnya dalam keadaan siaga.

Diwartakan BBC, tiruan kapal, yang mirip dengan kapal AS yang sering berlayar di wilayah Teluk itu, ditampilkan dengan jet tempur bohongan di kedua sisi jalur pendaratannya. Rudal kemudian diluncurkan dari berbagai sudut, termasuk beberapa yang ditujukan pada “kapal induk” itu.

BACA JUGA: Garda Revolusi Iran Ejek Inggris Terkait Penahanan Tanker di Selat Hormuz

Rudal lain yang ditembakkan dari helikopter tampaknya mengenai sisi kapal perang palsu tersebut.

Angkatan Laut AS mengutuk "perilaku tidak bertanggung jawab dan ceroboh oleh Iran", menyebutnya sebagai upaya "untuk mengintimidasi dan memaksa".

Rudal diluncurkan dari darat dalam latihan militer Iran di Selat Hormuz. (EPA)

Rangkaian latihan militer itu disiarkan di televisi dan digelar di saat ketegangan antara Teheran dan Washington di perairan Teluk semakin meningkat.

"Apa yang ditunjukkan hari ini dalam latihan-latihan ini, pada tingkat kedirgantaraan dan pasukan angkatan laut, semuanya ofensif," kata Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami kepada televisi pemerintah.

BACA JUGA: Garda Revolusi Iran Klaim Tembak Jatuh Drone AS dekat Selat Hormuz

Militer AS mengatakan bahwa rudal balistik yang ditembakkan dalam latihan militer Iran itu terdeteksi radar dan membuat pasukan AS di Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar disiagakan.

"Angkatan Laut AS melakukan latihan pertahanan dengan mitra kami yang mempromosikan keamanan maritim untuk mendukung kebebasan navigasi; sedangkan, Iran melakukan latihan ofensif, berusaha untuk mengintimidasi dan memaksa," kata Juru Bicara Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Komandan Rebecca Rebarich.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini