Garda Revolusi Iran Ejek Inggris Terkait Penahanan Tanker di Selat Hormuz

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 22 Juli 2019 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 22 18 2082076 garda-revolusi-iran-ejek-inggris-terkait-penahanan-tanker-di-selat-hormuz-XGpguRpEtP.jpg Foto: AFP.

TEHERAN - Garda Revolusi Iran mengejek Inggris dengan mengibarkan bendera negaranya di atas kapal tanker Inggris yang mereka tahan di Selat Hormuz pekan lalu. Media Iran bahkan dilaporkan menyebut angkatan laut Inggris “impoten”, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Saluran televisi pemerintah menayangkan klip yang menunjukkan tentara angkatan bersenjata Iran di atas kapal tanker Stena Impero yang mereka tahan pada Jumat, 19 Juli. Stasiun televisi Iran juga mengejek Angkatan Laut Kerajaan Inggris dalam sebuah artikel halaman dengan tajuk utama “dari “perompakan ke impotensi” (“From piracy to impotence”).

BACA JUGA: Iran Tahan Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz

"Terlepas dari perdebatan diplomatik, ulasan objektif apa pun dari fakta tidak akan gagal untuk mengakui bahwa dalam peristiwa baru-baru ini di Teluk Persia dan Selat Gibraltar, Inggris telah terlibat dalam kegiatan ilegal dan destabilisasi, setidaknya dalam tiga kesempatan," tulis artikel itu sebagaimana dilansir NzHerald, Senin (22/7/2019).

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt sebelumnya mengatakan bahwa tindakan Iran yang menahan kapal tankernya “sama sekali tidak bisa diterima”. Hunt mengatakan bahwa Inggris akan “mengambil tindakan” untuk memastikan keselamatan perlintasan kapal-kapal Inggris.

BACA JUGA: Komandan Garda Revolusi Iran Ancam Tangkap Kapal Inggris Jika Tankernya Tidak Dikembalikan

Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, Hunt menolak pernyataan Iran bahwa penahanan Stena Impero adalah pembalasan atas keterlibatan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dalam penahanan sebuah kapal tanker Iran pada 4 Juli.

Inggris terlibat lebih dalam dengan konfrontasi dengan Iran pada 4 Juli ketika Angkatan Laut Kerajaannya menangkap sebuah kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar. Inggris menuduh kapal itu melanggar sanksi terhadap Suriah, mendorong ancaman berulang kali ancaman pembalasan dari Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini