Viral Wanita Pembakar Bendera Merah Putih di Lampung Dibekuk Polisi

Agregasi Sindonews.com, · Senin 03 Agustus 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 340 2256225 viral-wanita-pembakar-bendera-merah-putih-di-lampung-dibekuk-polisi-w5eUqchqSO.jpg Wanita berinisial MA dibekuk polisi setelah video di medsos bakar bendera vral (foto: iNews)

LAMPUNG UTARA – Aksi seorang wanita yang nekat membakar bendera merah putih viral di media sosial yang diunggahnya sendiri. Wanita berinisial MA (33) warga Sribasuk, Kotabumi, Lampung Utara, Lampung itu, kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Pelaku diamankan anggota kepolisian setempat, Senin (3/8/2020). Dalam video berdurasi 30 menit yang kini telah dihapus, terlihat pelaku membakar bendera merah putih berukuran kecil dengan menggunakan lampu minyak.

Bahkan, dalam akun media sosial dengan menggunakan nama samaran, pelaku memberikan keterangan aksi itu dilakukannya karena dianggap bendera merah putih tersebut menjatuhkan wibawa pemerintah.

Berdasarkan pantauan di Mapolres Lampung Utara, meski terlihat melantur pelaku sendiri mengakui mengenai perbuatannya itu. Dia beralasan itu dilakukan karena kekesalanya terhadap Negara Indonesia.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudo Martono ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. "Setelah kami mendapatkan informasi Minggu (2/8/2020), kami langsung lakukan penangkapan di rumahnya. Bapaknya juga kami bawa untuk dimitai keterangan," tegasnya.

Menurut Yudo, ditengarai pelaku memiliki keterbelakangan mental. Meski demikian, pihaknya harus memastikan dengan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa di Bandar Lampung, untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari pengakuan pelaku, dirinya membakar bendera merah putih tersebut karena mendapat perintah langsung dari ketua Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Belanda, jika akan merubah Negara Indonesia menjadi Kerajaan Mataram.

"Barang bukti yang kami amankan alat bukti untuk membakar bendera merah putih, serta beberapa bahan bendera Belanda," jelas Yudo. Dia juga memastikan, tidak adanya jaringan terkait perbuatan yang dilakukan pelaku.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini