Menurut Airin, cukup sulit baginya menangani lonjakan kasus tersebut. Sebab, wilayah Tangsel berbatasan langsung dengan Jakarta. Sementara diketahui, ada peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta beberapa waktu belakangan.
"Yang pasti kita sulit, apalagi ini antar daerah yang jaraknya saja sudah sangat-sangat terbuka. Apalagi DKI sekarang ada kenaikan, 50 persen warga Tangsel kerja di DKI. Itu juga salah satu penyebabnya," tambah Airin.
Sementara di lokasi yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan, lonjakan kasus Covid di Tangsel dikarenakan lengahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol Covid. Dia mencontohkan situasi terkini, di mana aktivitas warga yang mulai berdesakan menaiki KRL sangat rentan atas penularan Covid.
Baca Juga: Airin Ogah Terapkan Denda Pelanggar Masker di Tangsel
"Justru itu yang terjadi, karena masyarakatnya tidak sadar itu tadi, makanya terjadi penambahan kasus. Di lapangan warga sudah relatif lebih disiplin terhadap protokol kesehatan. Tapi kan masih ada yang keluar kota naik KRL. Kereta api kan sudah mulai penuh lagi, dan sulit menerapkan jaga jarak," terangnya.
(Abu Sahma Pane)