BALI - Seorang pelajar SMA di Karangasem, Bali harus bersusah payah menjadi kuli cangkul perkebunan demi memenuhi kebutuhan kuota internet untuk belajar online. Kondisi ekonomi yang membuat remaja ini harus berkeringat dahulu sebelum bisa belajar daring di tengah pandemi Covid-19 ini.
Sindiari, remaja kelas 11 AM Slua Saraswati Selat, Desa Amerthabuana, Karangasem, Bali, meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, tak membuat tekadnya untuk tetap bisa belajar sirna.
Pasangan I Ketut Karwi dan I Kadek Sumiati ini merasa beruntung memiliki anak yang memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu hingga jenjang SMA. Sementara sang adik tak sempat mengenyam pendidikan lantaran tak ada biaya.

Kini, di masa pandemi ia harus bisa belajar mandiri. Sistem pembelajaran yang berbasis online, membuatnya tak bisa lagi hanya fokus belajar, sebab ia juga harus ikut berusaha memikirkan biaya kuota internet untuk dapat tetap mengikuti pembelajaran.