HUT RI di Tengah Pandemi, Penjual Bendera Merah Putih "Gigit Jari"

Lurisa Lulu, iNews · Kamis 06 Agustus 2020 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 512 2258200 hut-ri-di-tengah-pandemi-penjual-bendera-merah-putih-gigit-jari-0pm5tjubPm.jpg Penjual bendera merah putih di Salatiga, Jawa Tengah (Foto: iNews)

SALATIGA - Dampak pandemi Covid-19, jumlah pedagang bendera musiman asal Jawa Barat yang biasanya menjamur di Kota Salatiga, Jawa Tengah, kini mulai sepi. Omzet penjualan para pedagang pun menurun drastis hingga 50 persen.

Menjelang hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia (RI) penjualan bendera merah putih serta jenis lainnya, yang dijual pedagang musiman di Kota Salatiga, Jawa Tengah menurun hingga 30 persen.

Salah seorang penjual bendera musiman di Kota Salatiga, Arif Hidayat, warga Garut, Jawa Barat mengaku menurunnya pembelian bendera pada tahun ini karena terpengaruh pandemi Covid – 19.

Baca Juga: Ini Makna Logo HUT Ke-75 RI yang Terinspirasi Perisai Garuda Pancasila 

Penjual yang telah lima tahun ini berjualan musiman jelang HUT Kemerdekaan tahun sebelumnya sehari mampu menjual rata – rata 40 bendera, kini hanya 25 sampai 30 bendera.

Bendera dijual dari Rp15 ribu hingga Rp300 ribu tergantung jenis dan ukuran. Tahun sebelumnya pendapatan sehari mampu mendapat hingga Rp2 juta, kini sehari kurang dari Rp1 juta.

Selain mengalami penurunan omzet penjualan, jumlah pedagang bendera musiman asal Jawa Barat di kota ini juga tak seramai Agustusan sebelumnya.

Bendera yang dijual beragam jenisnya mulai bendera merah putih biasa, kemudian layur, umbul-umbul, bandir, dan segitiga. Serta ada jenis background merah putih, biasanya untuk memenuhi kebutuhan perkantoran. Di antara beragam jenis bendera yang terjual, paling diminati pembeli kebanyakan umbul-umbul dan bendera biasa.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini