Putra Mahkota Sebut Pengangkatan Rahardjo Sebagai Pjs Sultan Keraton Kasepuhan Tak Sah

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 525 2258152 putra-mahkota-sebut-pengangkatan-rahardjo-sebagai-pjs-sultan-keraton-kasepuhan-tak-sah-OTNiOrx4E1.jpg Rahardjo Djali (peci hitam) saat mengukuhkan diri sebagai Pjs Sultan Kasepuhan Cirebon. Foto: Fathnur Rohman-Okezone

CIREBON - Putra Mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin menganggap pengukuhan Rahardjo Djali sebagai Polmak atau pejabat sementara (Pjs) Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon tidak sah.

Pengungkuhan itu dinilai tidak sah, baik secara aturan maupun adat istiadat yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.

Menurut Luqman, setelah meninggalnya almarhum Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon ke-14, yakni Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, dirinya secara resmi akan menjadi penerus tahta. Sebab ia adalah Putra Mahkota di keraton tersebut.

Luqman menjelaskan, dirinya sudah diangkat menjadi Putra Mahkota di Keraton Kasepuhan Cirebon sejak 30 Desember 2018. Dalam tradisi Kesultanan, ketika Sultan Arief mengangkatnya, maka secara otomatis Putra Mahkota wajib menggantikan dan meneruskan tugas, serta tanggung jawab sebagai Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon berikutnya.

"Keraton Kasepuhan Cirebon telah berjalan, adat dan tradisinya sejak ratusan tahun yang lalu. Termasuk dalam hal pergantian/suksesi kepemimpinan Sultan, di mana sebelumnya ditetapkan Putra Mahkota oleh Sultan yang masih bertahta. Dalam hal ini Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin telah ditetapkan sebagai putra mahkota oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon pada 30 Desember 2018," kata Luqman dalam keterangan yang diterima Okezone, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga:  Pria Penggembok Keraton Kasepuhan Cirebon Kukuhkan Diri Sebagai Pjs Sultan, Kok Bisa? 

Situasi Keraton Kasepuhan Cirebon saat ini, lanjut Luqman, masih kondusif. Ia memastikan wewenang dan kendali keraton masih dipegang olehnya.

Ia menilai, pengukuhan Rahardjo Djali sebagai Polmak Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon sudah menciderai tradisi keraton yang telah berjalan ratusan tahun.

"Rahardjo Djali tidak berhak atas gelar kerajaan dan bukan anak sultan dan bukan merupakan putra sultan, dimana tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon, penerus tahta harus putra sultan dari jalur laki-laki," jelas Luqman.

Baca Juga:  Viral! Mengaku Keturunan Sultan, Pria Ini Nekat 'Gembok' Keraton Kasepuhan

Sebelumnya, lanjut Luqman, pihak Rahardjo pernah berbuat ulah dengan membuat video pernyataan pengambilan kekuasaan Keraton Kasepuhan Cirebon pada Juni 2020 lalu. Atas beredarnya video tersebut, Luqman mengaku sudah melaporkan Rahardjo ke kepolisian.

"Rahardjo Djali cs yang membuat video pengambilalihan tahta Kesultanan bulan kemarin, sudah kami laporkan dan dalam proses penanganan kepolisian," ungkapnya.

Secara terpisah, Rahardjo Djali mengklaim pengukuhannya sebagai Polmak bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, setelah meninggalnya almarhum Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Dia menilai, penunjukan Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin sebagai penerus almarhum Sultan Arief sudah menyalahi aturan dan adat istiadat keraton. Selain itu, ia mengklaim bahwa almarhum Sultan Arief maupun Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin tidak memiliki garis keturunan yang sah dari Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Sultan Kasepuhan Cirebon ke-11.

"Sejauh ini tidak sah. Karena sudah melenceng jauh dari kebiasaan yang sudah ditempuh oleh pendahulu-pendahulu di Keraton Kasepuhan," ujar Rahardjo

Pengukuhan Rahardko, klaim dia, sudah disepakati bersama oleh seluruh keluarga besar dari garis keturunan Sultan Kasepuhan Cirebon ke-11. Bahkan, Rahardjo mengaku sudah mendapat dukungan sebagai Polmak Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon dari beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) di Cirepon.

Rahrdjo melanjutkan, pihaknya siap meladeni penolakan yang dilayangkan oleh pihak keluarga almarhum Sultan Arief. Kendati demikian, Rahardjo tetap mengapresiasi jasa-jasa yang sudah dilakukan oleh alamarhum Sultan Arief semenjak beliau menjabat sebagai Sultan Kasepuhan Cirebon ke-14.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini