Jadi Tersangka Kasus Fetish Kain Jarik, Gilang Langsung Ditahan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 08 Agustus 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 519 2258899 jadi-tersangka-kasus-fetish-kain-jarik-gilang-langsung-ditahan-AVAI8xDSdS.jpg ilustrasi

JAKARTA - Jajaran kepolisian menetapkan Gilang Aprilian (GA) sebagai tersangka terkait kasus fetish kain jarik yang sempat viral di media sosial (medsos). Usai ditetapkan tersangka, Gilang langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolrestabes Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo mengamini bahwa Gilang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga membenarkan bahwa pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap Gilang.

"Ya telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolrestabes (Surabaya)," singkat Trunoyudo saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (8/8/2020).

Gilang ditangkap di daerah Kalimantan Tengah saat berupaya bersembunyi setelah kasusnya mencuat ke publik. Setelah ditangkap oleh jajaran Polrestabes Surabaya dibantu Polda Kalteng, Gilang langsung dibawa ke Jawa Timur.

Setibanya di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Gilang langsung dilakukan pemeriksaan. Setelah didapati keterangannya, Gilang langsung dilakukan penahanan.

Kasus fetish kain jarik viral setelah ada korban berinisial YABF curhat melalui akun twitternya. Korban mengaku dijadikan bahan fantasi seksual oleh pelaku.

Berdasarkan curhatannya, korban disuruh membungkus diri menggunakan kain jarik lalu diikat dengan tali maupun lakban berjam-jam. Korban harus mau didokumentasikan sebagai bukti dan dikirim secara daring ke pelaku. Namun saat itu korban tidak sadar sedang dijadikan sebagai bahan fantasi seksual.

Baca Juga : Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Dinilai Belum Sampai Titik Terburuk

Baca Juga : Hari Ini, Prabowo Bakal Dikukuhkan sebagai Ketum Gerindra Lewat KLB

Atas perbutannya Gilang terancam melanggar pasal berlapis, yakni Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Serta, Pasal 29 juncto Pasal 45B UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 335 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini