Oleh karenanya, Laura meminta agar proses mempelajari bahasa isyarat harus dilakukan secara terus-menerus. Maka orang tua penyandang tuli dapat mempelajarinya pada kelas bahasa isyarat dan mempraktekkan di rumah dengan anak secara rutin.
"Itu akhirnya akan membuka pintu komunikasi antara orang tua dengan anak-anak," ucapnya.
Kemudian mengenai pemenuhan hak-hak bagi penyandang tuli, Laura berharap penyediaan layanan juru bahasa isyarat tidak hanya diberikan di masa pandemi Covid-19 saja, melainkan dilakukan secara berkelanjutan untuk ke depannya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.