Musim Kemarau, Sejumlah Waduk di Sragen Jadi Kering

Agregasi Solopos, · Minggu 09 Agustus 2020 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 512 2259379 musim-kemarau-sejumlah-waduk-di-sragen-jadi-kering-KbuDjD09U9.jpg Waduk Gebyar. Foto: Solopos

SRAGEN — Ratusan hektare sawah di di wilayah Sragen, Jawa Tengah, terdampak oleh keringnya sejumlah waduk pada musim kemarau Agustus 2020.

Beberapa waduk yang mengering itu di antaranya Waduk Gebyar di Desa Jambeyan, Sambirejo; Waduk Blimbing di Desa Blimbing, Sambirejo, dan Waduk Brambang di Kecamatan Kedawung, Sragen.

Waduk-waduk tersebut mengering karena tidak ada suplai air dari hulu sungai. Akibatnya ratusan hektare sawah yang ditanami padi terancam kekurangan air.

Waduk Gebyar

Kondisi Waduk Gebyar yang terletak di Dukuh Bayut, Jambeyan, Sragen sudah mengering sejak Juni lalu. Rumput menghijau tumbuh di dasar waduk. Warga menggembalakan kambingnya di dasar waduk itu. Bahkan sejumlah bocah bermain layang-layang sambil berlari di dasar waduk yang kering tersebut.

Mantri Waduk Gebyar, Nanang Ade Setyanto mengatakan kekeringan memaksa petani memanfaatkan sumur bor untuk mengairi sawah.

“Sekarang petani menggunakan sumur pantek atau sumur bor. Selain itu, petani juga masih memanfaatkan air dari sungai besar yang masih mengalir lumayan. Jumlah petani yang terdampak cukup banyak. Kalau dihitung dengan area petani yang memanfaatkan sumur bor, maka jumlahnya bisa ribuan hektare,” jelas Nanang sebagaimana dikutip dari Solopos.

Waduk Brambang

Mantri Waduk Brambang, Kedawung, Sragen, Gunawan, menyampaikan waduk yang dijaganya mengering sejak 1 Agustus lalu. Dia menjelaskan debit air dari Bendung Krikilan yang menyuplai air ke Waduk Brambang, kecil, rata-rata 75-100 liter per detik.

Gunawan menyampaikan, petani yang memanfaatkan air Waduk Brambang sangat terdampak. Namun ia tidak bisa memprediksi jadi tidaknya petani panen di tengah kekeringan seperti sekarang.

Waduk Blimbing

Waduk Blimbing yang sempat digunakan lomba memancing pada Juli lalu, sekarang sudah mengering. Kepala Desa Blimbing, Sambirejo, Margono, menyampaikan waduk mengeringnya belum lama. Dia mengatakan di wilayah Blimbing tidak mengalami dampak signifikan karena tidak ada lahan pertanian yang dialiri air dari waduk tersebut.

“Saya baru menjabat kades. Saya tidak bisa membandingkan kondisi waduk sekarang dengan kondisi di 2019,” katanya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini