JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan dua tersangka terkait kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Dua tersangka itu yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking.
Kasus itu bermula ketika pada rentang waktu April – Mei 2020, Brigjen Prasetijo Utomo bertemu dengan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Pertemuan itu terjadi di lantai 12 Bareskrim Polri di ruangan Brigjen Prasetijo Utomo.
Pertemuan antara Anita Kolopaking dengan Prasetijo Utomo itu membahas persoalan hukum Djoko Tjandra serta kegiatan untuk membuat surat keterangan rapid tes dan kesehatan. Surat itu untuk keperluan keberangkatan Djoko Tjandra ke Pontianak pada 1 Juni 2020.
(Baca Juga: Polri Siap Lawan Gugatan Praperadilan Anita Kolopaking)
Namun, Djoko Tjandra batal berangkat ke Pontianak pada 1 Juni. Selanjutnya rentan waktu 1 sampai 5 Juni 2020, Brigjen Prasetijo Utomo memerintahkan stafnya untuk membuat surat jalan atas nama Anita Kolopaking dan pengikutnya Djoko Tjandra.