Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Remaja Internasional, BKKBN Tingkatkan Program GenRe bersama Remaja Disabilitas

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2020 |08:54 WIB
Hari Remaja Internasional, BKKBN Tingkatkan Program GenRe bersama Remaja Disabilitas
Foto : Dok.BKKBN
A
A
A

Kepala PSD LPPM Universitas Negeri Sebelas Maret, Prof. Dr. Munawir Yusuf,M.Psi mengatakan pola disabilitas nasional dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi kesehatan, ekologi, gaya hidup dan faktor lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas, jatuh, tindak kekerasan, bencana alam dan konflik, makanan yang tidak sehat, dan penyalahgunaan zat.

Ia melanjutkan, anak-anak dari rumah tangga kurang mampu dan kelompok minoritas juga berisiko tinggi mengalami disabilitas. Perempuan dan anak dengan kondisi disabilitas cenderung mengalami "diskriminasi ganda", kekerasan berbasis gender, penganiayaan dan marginalisasi.

“Perlu ada penyediaan akomodasi yang layak, agar para disabilitas bisa berpartisipasi di masyarakat. Maka lingkungan harus bisa memberikan kesempatan yang baik untuk disabilitas,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Pusdatin Kementerian Kesehatan Tahun 2010, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia saat ini mencapai 11,580,117 orang, di antaranya 3,474,035 (penyandang disabilitas penglihatan), 3,010,830 (penyandang disabilitas fisik), 2,547,626 (penyandang disabilitas pendengaran), 1,389,614 (penyandang disabiltias mental) dan 1,158,012 (penyandang disabilitas kronis).

WHO menyebutkan di Indonesia terdapat sekitar 24 juta orang yang tergolong disabilitas, termasuk orangtua, disabilitas mental dan intelektual.

Dari jumlah tersebut, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, baru 40% Penyandang Disabilitas usia sekolah yang bersekolah dan 60% sisanya belum mendapat layanan pendidikan yang optimal.

Dampak dari kondisi pendidikan yang rendah menyebabkan posisi penyandang disabilitas menjadi mengalami problem ganda yaitu kondisi disabilitas itu sendiri dan kedua daya saing yang rendah akibat sistem sosial dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung terhadap penyandang disabilitas.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement